
Sudah 12 hari berlalu sejak kelahiran si kecil khalid. Banyak saudara yang bilang kalau bayi laki-laki itu minumnya asinya kuat. Memang benar sih kata mereka, hampir tiap maksimal 2jam sekali my little baby selalu menangis karena lapar. Apalagi jika malam hari, hampir tiap 1 jam sekali bangun untuk mimik. Yang kasihan tentunya uminya. Dengan alasan untuk menjaga kesehatan sang ibu, maka kita putuskan untuk membeli breast pump and botol susunya agar bisa ditampung dan diberikan pada saat tertentu dimana sang mommy seharusnya istirahat.
Ini adalah pembelian breast pump yang ketiga kalinya. Pembelian pertama adalah breast pump electric merk litte giant. Harganya cukup murah dibanding yang lain dan daya sedotnya juga bagus bisa diatur. Namun sayang seribu sayang, breast pump ini terhempas dari tangan sang ibu ketika waktu memeras. Dan akibatnya mesinnya mati total. Mungkin harus diservis di service centernya di Jayakarta karena di Palembang ini tidak ada tempatnya.
Kasihan juga harus memeras dengan tangan. Namun menurut penelitian, memeras dengan tangan lebih baik daripada mesin. ASI bisa lancar terus ke depannya. Namun resikonya agak lambat jika si baby khalid sudah merengek minta mimik. Kasihan kan.
Akhirnya saya putuskan untuk membeli yang manual dengan harga lebih murah. Pilihan jatuh ke merk Camera. Daya hisapnya lumayan kuat. Bentuknya ada pelampung dan selang mirip seperti seperti tensimeter air raksa. Eh, setelah dicoba ke ibunya ga pas. Akhirnya ga terpakai deh, rugi 98 ribu.

Pas balik lagi ke Jakarta, kemarin coba beli yang manual merk Medela yang harmony. Ini merek yang direkomendasikan oleh para ahli katanya, sudah terkenal dimana-mana. Harganya 370 ribu beli di ambasador. Dan enaknya sparepartnya dijual juga jadi kalo rusak tidak mesti ganti semuanya.
Semoga saja yang ketiga ini menjadi solusi dan awet dipakai selamanya. Dan semoga anakku selalu sehat dengan mengkonsumsi ASI.

Tags: breast pump, Khalid, medela


