Sep 10
Foto Asli Wong Fei Hung

Foto Asli Wong Fei Hung

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Jet lee sebagai Wong Fei Hung

Jet lee sebagai Wong Fei Hung

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

(taken from kaskus – ilovekaskus)

Tags:

Sep 02

Laa Ilaaha Illalloh..

An earthquake has happened today 2nd-Sept-09 which measured about 7.3 SR. Its epicentrum is located in Tasikmalaya, West Java on location 7.837°S, 107.263°E and has 62.8 km depth. Like post in Earthquake.usgs.gov which has an earthquake program told that this earthquake that jolts west java could make a potential tsunami.

My wife in Jakarta has called me just a moment, told that she and all the people in the building have been escaped to the safety area. Not only in Jakarta, I can feel it here too, in Surabaya, at the 6th floor height. Not to hard but it’s make me got headache.

Earthquakes had happened before in December 2004, which cause tsunami and made very big disaster. This happened after our President inauguration, like happened today. But we believe that this is a warning from God. And we hope that there’s no victims who suffered about this disaster.

Tags: , , ,

Sep 02

In this year, our neighbor country, Malaysia, has a motto for their tourism program, “Malaysia, Truly Asia”. How could they tell that their country is really Truly Asia but they steal the cultures from other country and claim that those cultures are belong to them.

Malaysia uses our traditional dance from Bali for their tourism promotion advertisement. They are very smart (tricky). Below is the list of Indonesian culture stolen by poor culture Malaysian country.

(taken from: budaya-indonesia.org)

But why don’t they claim the terrorist who bombed two Hotels in Jakarta (Ritz Carlton and JW Marriott). The terrorists are from Malaysia.

Huh..

What A THIEF.. Have No Shame..

Tags: , ,

Jul 23
Marwa Alsharbini

Marwa Alsharbini vs Michael Jackson

Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia.
Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian
seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena
mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang
sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali
oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan
anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv
kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak
banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa
Al-Sharbini.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat
istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi
kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar
seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad
seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai
seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia
kehilangan nyawanya.

Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan
memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang
pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya
karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan
pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir
itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia
menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha
melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan
pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini
dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin
dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban
adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam
dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi
korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh
seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan
pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita
pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan
Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan
kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena
engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT .
Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku,
maafkan kami jika kurang peduli …

(dari milis)

Tags: ,

Jul 01

Yang satu bilang “Satu putaran aja cukup demi menghemat uang rakyat”. Yang lain bilang “Kalau satu putaran berarti gak demokrasi”. Bah, cape deh dengernya nih pemilu Presiden. Kritik sini kritik sana, pas ketemu bukannya debat malah tak gendong kemana-mana, gitu katanya mbah Surip.

Spanduk pemilu

Spanduk pemilu

Kalo ngeliat spanduk di atas jadi geli juga. Bukan bermaksud memilih salah satu pasangan, kenapa pemilu satu putaran menjadi diributkan oleh yang lain. Bukannya lebih bagus? Kan ga akan ada penghambur-hamburan uang yang ga jelas. Kenapa ga ikut mendukung aja dengan yakin bahwa pasangan capres-cawapresnya juga mampu untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran saja. Aneh juga tuh.

Ya, pemilu pilpres 2009 yang sebentar lagi diadakan, katanya akan menentukan nasib bangsa tercinta ini ke depannya. Terus gimana kalo salah pilih? Bukankah kita juga menanggung dosa atas pilihan kita. IMHO, pasangan capres-cawapres kali ini ga ada yang gw sukain. Ada yang suka sama Capresnya aja, ada juga sama cawapresnya aja.

Sayangnya pemilu pilpres kali ini jatuh di hari Rabu, gak seperti sebelumnya yang dibuat jadi long-weekend. Padahal gw sendiri lagi di Surabaya. Apakah worthed kalo gw ngorbanin ongkos pulang sehari PP Jakarta-Surabaya yang sekitar 1 jeti lebih untuk satu suara?

Kayaknya ga banget deh. Biarlah, mungkin pemilu kali ini jadi golongan putih aja lah. Golongan yang bersih.

Tags: ,