<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sofianonline.com &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://sofianonline.com/category/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sofianonline.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 00:02:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Perpanjang STNK, Resmi atau Calo?</title>
		<link>http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo</link>
		<comments>http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 03:38:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang stnk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/uploads/2011/09/perpanjang-stnk-bpkb.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="perpanjang-stnk-bpkb" title="perpanjang-stnk-bpkb" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo' addthis:title='Perpanjang STNK, Resmi atau Calo? '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Anda mau perpanjang STNK atau membayar pajak kendaraan bermotor anda baik mobil atau motor. Syarat-syaratnya cukup mudah untuk dilakukan sendiri karena sekarang bisa dilakukan melalui mobil keliling yang dapat dilihat jadwalnya di sini. Adapun persyaratan yang dibawa antara lain: Formulir perpanjang STNK (dapat diambil di tempat perpanjang STNK). BPKB Asli dan fotokopinya satu lembar saja. [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo' addthis:title='Perpanjang STNK, Resmi atau Calo? ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo' addthis:title='Perpanjang STNK, Resmi atau Calo? '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Anda mau <strong>perpanjang STNK</strong> atau membayar pajak kendaraan bermotor anda baik mobil atau motor. Syarat-syaratnya cukup mudah untuk dilakukan sendiri karena sekarang bisa dilakukan melalui mobil keliling yang dapat dilihat jadwalnya di <a title="Perpanjang STNK-SIM keliling" href="http://www.tmcmetro.com/news/category/sim-stnk-keliling" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Adapun persyaratan yang dibawa antara lain:</p>
<ol>
<li>Formulir perpanjang STNK (dapat diambil di tempat perpanjang STNK).</li>
<li>BPKB Asli dan fotokopinya satu lembar saja.</li>
<li>STNK Asli dan fotokopinya satu lembar saja.</li>
<li>KTP Asli dan fotokopinya, tentunya alamat harus sesuai dengan STNK.</li>
</ol>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-716" title="perpanjang-stnk-bpkb" src="http://sofianonline.com/wp-content/uploads/2011/09/perpanjang-stnk-bpkb.jpg" alt="perpanjang-stnk-bpkb" /></p>
<p>Semua persyaratan itu di-steapler jadi satu untuk di daftarkan. Setelah keluar jumlah yang harus dibayar, maka bayarlah di kasir dan perpanjang STNK baru akan Anda dapatkan setelah itu. Beres deh.</p>
<p>Nah ceritanya STNK saya sudah habis masa berlakunya akhir Agustus kemarin. Karena mudik lebaran jadi belum sempat perpanjang STNK. saya beberapa kali mendatangi mobil keliling baik di daerah kalibata maupun di karamat jati. Pertama kali memang datang hari Sabtu. Setelah ngambil formulir, mikir lagi, akhirnya balik karena antrian yang begitu panjang pada hari ini. Mungkin karena hari libur kerja jadi banyak orang yang perpanjang STNK (termasuk calo kayaknya).</p>
<p>Pada kedatangan berikutnya, ternyata jaringan yang dipakai untuk perpanjang STNK mati. Alhasil pulang tanpa membawa apa2. Nah akhirnya kemarin Saya datang lagi ke pasar induk Kramat Jati tempat perpanjang STNK keliling daerah Jakarta Timur. Kali ini sepi (saya datang jam 10 pagi). Namun setelah didaftar, ternyata STNK saya kena blokir (notice 71) dan hanya dapat diperpanjang di Samsat Kebon Nanas. Wih, jadi panjang gini urusannya.</p>
<p>Akhirnya saya langsung menuju ke Samsat dengan panduan GPS. Sampai di tempat terpampang PARKIR GRATIS! Aneh, mana ada parkir gratis di Jakarta. Bener aja kan lahan parkir ada yang jagain dan yang mau keluar tetep aja bayar. Balik lagi ke acara perpanjang STNK, setelah daftar di loket 1 bawah, saya disuruh ke loket khusus lantai 2 untuk membuka blokiran dan kembali lagi. Setelah kembali, STNK diproses dan langsung jadi. Saya diharuskan membayar 210.000 di tempat (bukan di kasir). Saya kira jumlahnya memang segitu. Namun setelah dilihat jumlah nominal yang tertera di STNK, hanya 187.900. Lalu uang sisanya untuk apa ya?</p>
<p>Telat mau nanya karena STNK sudah ditangan dan sudah banyak yang antri sedang jam istirahat sebentar lagi. Mudah-mudahan memang karena biaya administrasi bukan biaya yang ga bener. Kalo termasuk biaya ga bener berarti sama aja pegawai resmi dalam gedung itu dengan calo.</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo' addthis:title='Perpanjang STNK, Resmi atau Calo? ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/perpanjang-stnk-resmi-atau-calo/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banda Band with best Video Clip</title>
		<link>http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip</link>
		<comments>http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 00:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Band]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://img.youtube.com/vi/iY7KSakVnEg/default.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip' addthis:title='Banda Band with best Video Clip '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Dah hampir dua tahun sejak launchingnya yang dihadiri Jikustik (posting yang ini kok hilang ya), Banda Band kelihatan kurang menggebrak. Namun sekarang Banda Band sudah tampil lagi dengan dua video clip yang sering muncul di Jak-TV. Secara salah satu personilnya adik gw, yang sampe sekarang juga belum lulus kuliah karena dalam kesibukan yang tidak jelas. [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip' addthis:title='Banda Band with best Video Clip ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip' addthis:title='Banda Band with best Video Clip '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Dah hampir dua tahun sejak launchingnya yang dihadiri Jikustik (posting yang ini kok hilang ya), Banda Band kelihatan kurang menggebrak. Namun sekarang Banda Band sudah tampil lagi dengan dua video clip yang sering muncul di Jak-TV. Secara salah satu personilnya adik gw, yang sampe sekarang juga belum lulus kuliah karena dalam kesibukan yang tidak jelas.</p>
<blockquote><p>Kapanlagi.com &#8211; Slank dan Gigi adalah dua band dari sekian band besar negeri ini. Band ini kerap menjadi inspirasi band baru, Banda adalah salah satunya. Berdiri pada tahun 2005, Banda terdiri dari Arie (vocal), Adit (drum), Ronny (lead gitar), Ardi (gitar), Iqbal (bass), dan Krisna (keyboard).</p>
<p>MENJADI KENYATAAN adalah album debut mereka di awal tahun ini. Album rintisan ini dimaksudkan untuk menjadikan band ini bisa sejajar dengan band favoritnya, Slank dan Gigi. Perilisan album baru ini dilakukan di Put Put Café belum lama ini.</p>
<p>&#8220;Kenapa Slank dan Gigi. Karena mereka punya cara survive masing-masing. Slank adalah salah satu band besar Indonesia, mereka adalah idealis dalam bermusik. Sedangkan Gigi, mereka selalu bisa up date dengan musik yang sesuai jamannya, ujar Arie.</p>
<p>Dalam album berisi 10 lagu bergenre pop rock romantic, Banda menjagokan lagu Cinta Yang Hilang dan Aku Bisa. Selain itu Banda mencoba membuat terobosan baru dengan memasukkan unsur pentatonik etnik Jawa.</p>
<p>&#8220;Seperti terdengar klise ketika kami memasukkan unsur etnik Jawa, pinginnya bermusik sekaligus mengangkat budaya Indonesia,&#8221; dalih Arie.</p>
<p>Banda dalam bahasa Jawa berarti Harta. Secara filosofi diharap BANDA band menjadi milik masyarakat Indonesia. &#8220;Kita siap berjuang di belantika musik Indonesia mencoba tawarkan musik dan karya yang kita punya, berharap bisa jadi nilai jual yang lebih hingga bisa dinikmati masyarakat,&#8221; pungkas Arie. (kpl/ang/erl)</p>
<p>Taken From:  <a title="Banda Band" href="http://musik.kapanlagi.com/berita/banda-band-terinspirasi-slank-dan-gigi.html" target="_blank">KapanLagi.com</a></p></blockquote>
<p>Kita lihat aja deh gimana bagusnya video klip Berikut video clip-nya berikut:</p>
<p><embed src="http://www.youtube.com/v/iY7KSakVnEg&rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></p>
<p><embed src="http://www.youtube.com/v/Nt3aPYP248I&rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip' addthis:title='Banda Band with best Video Clip ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/banda-band-with-best-video-clip/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMERIKA Dibangun Dengan EMAS FREEPORT</title>
		<link>http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport</link>
		<comments>http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 10:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[freeport]]></category>
		<category><![CDATA[gold]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad341/einslink/44477_1429308726110_1034585500_30987263_2112091_n-1.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Freeport Indonesia" title="Freeport Indonesia" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport' addthis:title='AMERIKA Dibangun Dengan EMAS FREEPORT '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport' addthis:title='AMERIKA Dibangun Dengan EMAS FREEPORT ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport' addthis:title='AMERIKA Dibangun Dengan EMAS FREEPORT '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p><img class="alignleft" style="margin: 2px;" title="Freeport Indonesia" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad341/einslink/44477_1429308726110_1034585500_30987263_2112091_n-1.jpg" alt="Freeport Indonesia" width="320" height="250" />Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah  dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika  sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di  Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri  ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati  hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini  tidak lebih baik daripada seekor lintah!</p>
<p>Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam  majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di  Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and  Freeport.”</p>
<p>Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun  1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun  sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika  Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut  berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.</p>
<p>Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista.  Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan.  Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel  produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa  Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan  terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.</p>
<p>Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes  Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan  pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van  Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan  sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian  Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu  sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama  bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik  dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.</p>
<p>Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport  Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean  Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah.  Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji  tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas  permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal  itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian  Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah  laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan  selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.</p>
<p>Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama  atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. bbPenelitiannya ini  kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper  Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar  yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta  karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah  disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.</p>
<p>Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena  selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi  bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi  nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar  pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam  waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun  bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken  kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung  tersebut.</p>
<p>Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama  dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas  tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah  memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.</p>
<p>Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald  Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah  spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan  menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian  Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk  membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang  Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.</p>
<p>Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg  sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja  Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan  yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang  ada di gunung tersebut.</p>
<p>Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan  perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para  pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan  menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS  dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!</p>
<p>Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy  tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan  penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut  kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas  kebijakan politik di Amerika.</p>
<p>Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak  belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi  kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di  belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan  presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota  dewan direksi Freeport.</p>
<p>Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.  Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang  membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno  pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang  mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia.  Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia  jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.</p>
<p>Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan  agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang  ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana  dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan  rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan  tokoh CIA.</p>
<p>Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara  tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.  Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia  dikenal sebagai masa yang paling krusial.</p>
<p>Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih  sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.  Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen  kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh  sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara  tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap  Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira  Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.</p>
<p>Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965,  pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak  angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno  berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika  hal itu benar adanya.</p>
<p>Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah  perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan  Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport  sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas  kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan  hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat  akan jatuh ke tangan Freeport?</p>
<p>Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah  mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit  Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu  Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai  penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri  sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup  seluruh anggaran operasional mereka.</p>
<p>Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA)  yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller,  disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya  ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak  pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak  dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak  Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.</p>
<p>Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng  Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur  CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur  CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun  1978.</p>
<p>Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan  menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar  dollar AS pertahun.</p>
<p>Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis  sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika  tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia,  sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar  didunia.</p>
<p>Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan  cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan  menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga  menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia  yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!</p>
<p>Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah.  Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau  juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di  permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru  menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau  kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari  Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut  Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut  emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar  yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!</p>
<p>Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas  Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut  yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua  emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur  ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan  tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di  zaman batu.</p>
<p>Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang  dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas  terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya  diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah  menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi  kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang  itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah  yang harus dibereskan terlebih dahulu.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://mediakata.blogdetik.com/2010/03/10/negara-amerika-serikat-dibangun-dari-emas-papua/?991102866Freeport" target="_blank">http://mediakata.blogdetik.com/2010/03/10/negara-amerika-serikat-dibangun-dari-emas-papua/?991102866Freeport</a> adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya  operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini  adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut.  Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para  jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan  bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih  baik daripada seekor lintah!</p>
<p>Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam  majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di  Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and  Freeport.”</p>
<p>Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun  1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun  sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika  Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut  berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.</p>
<p>Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista.  Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan.  Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel  produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa  Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan  terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.</p>
<p>Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes  Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan  pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van  Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan  sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian  Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu  sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama  bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik  dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.</p>
<p>Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport  Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean  Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah.  Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji  tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas  permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal  itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian  Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah  laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan  selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.</p>
<p>Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama  atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. bbPenelitiannya ini  kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper  Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar  yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta  karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah  disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.</p>
<p>Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena  selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi  bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi  nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar  pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam  waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun  bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken  kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung  tersebut.</p>
<p>Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama  dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas  tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah  memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.</p>
<p>Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald  Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah  spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan  menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian  Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk  membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang  Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.</p>
<p>Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg  sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja  Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan  yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang  ada di gunung tersebut.</p>
<p>Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan  perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para  pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan  menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS  dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!</p>
<p>Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy  tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan  penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut  kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas  kebijakan politik di Amerika.</p>
<p>Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak  belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi  kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di  belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan  presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota  dewan direksi Freeport.</p>
<p>Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.  Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang  membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno  pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang  mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia.  Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia  jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.</p>
<p>Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan  agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang  ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana  dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan  rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan  tokoh CIA.</p>
<p>Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara  tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.  Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia  dikenal sebagai masa yang paling krusial.</p>
<p>Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih  sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.  Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen  kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh  sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara  tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap  Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira  Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.</p>
<p>Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965,  pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak  angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno  berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika  hal itu benar adanya.</p>
<p>Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah  perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan  Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport  sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas  kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan  hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat  akan jatuh ke tangan Freeport?</p>
<p>Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah  mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit  Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu  Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai  penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri  sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup  seluruh anggaran operasional mereka.</p>
<p>Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA)  yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller,  disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya  ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak  pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak  dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak  Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.</p>
<p>Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng  Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur  CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur  CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun  1978.</p>
<p>Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan  menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar  dollar AS pertahun.</p>
<p>Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis  sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika  tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia,  sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar  didunia.</p>
<p>Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan  cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan  menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga  menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia  yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!</p>
<p>Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah.  Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau  juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di  permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru  menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau  kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari  Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut  Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut  emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar  yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!</p>
<p>Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas  Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut  yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua  emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur  ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan  tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di  zaman batu.</p>
<p>Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang  dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas  terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya  diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah  menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi  kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang  itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah  yang harus dibereskan terlebih dahulu.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://mediakata.blogdetik.com/2010/03/10/negara-amerika-serikat-dibangun-dari-emas-papua/?991102866" target="_blank">http://mediakata.blogdetik.com/2010/03/10/negara-amerika-serikat-dibangun-dari-emas-papua/?991102866</a></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport' addthis:title='AMERIKA Dibangun Dengan EMAS FREEPORT ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/amerika-dibangun-dengan-emas-freeport/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia</title>
		<link>http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia</link>
		<comments>http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 21:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://1.1.1.5/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s320/bendera.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia' addthis:title='Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Alhamdulillah bulan Ramadhan ini udah menginjak hari ke-13. Nge-blog pun ga sempat. Berikut cuma copas dari suranegara karena artkelnya begitu menarik ditambah foto-fotonya yang keren. Silahkan menyimak. Negara Terkaya di Dunia &#8211; Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia' addthis:title='Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia' addthis:title='Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Alhamdulillah bulan Ramadhan ini udah menginjak hari ke-13. Nge-blog pun ga sempat. Berikut cuma copas dari <a title="Indonesia" href="http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html" target="_blank">suranegara</a> karena artkelnya begitu menarik ditambah foto-fotonya yang keren. Silahkan menyimak.</p>
<p><strong>Negara Terkaya di Dunia</strong> &#8211; Banyak sebenarnya yang tidak tahu  dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan  Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak  salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki  tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara,  contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara  yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan  barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk  menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur  tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.</p>
<p>dan inilah  negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi  lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi  sayangnya mereka tidak sadar &#8220;berdiri di atas berlian&#8221; langsung saja  kita lihat profil negaranya.<br />
<a name="more"></a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s1600/bendera.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s320/bendera.jpg" border="0" alt="" width="320" height="213" /></a><br />
Wooww&#8230;  Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya  nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi  bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana,  kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian  menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.</p>
<p>Baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.</p>
<p>1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezl1apMCI/AAAAAAAAAXQ/zVHJfjujeMs/s1600/mining.jpg"><img src="http://1.1.1.1/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezl1apMCI/AAAAAAAAAXQ/zVHJfjujeMs/s400/mining.jpg" border="0" alt="" width="400" height="311" /></a></div>
<p>Apa  saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini  dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons  tembaga dan 724,7 JUTA ons emas.  yang mau bantu saya menghitung nilai  tersebut saya persilahkan! hitunglah sendiri dan anda akan tercengang  dengan nilainya</p>
<p>Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan  negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik  tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk  melakukan pertambangan disana.</p>
<p>Bahkan ketika emas dan tembaga  disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya  di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100  kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku  pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah  kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang  beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat  pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh  bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi  segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi  nakal, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan  memiskinkan bangsa ini.</p>
<p>2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezzJrXDdI/AAAAAAAAAXU/5_h75gIEROQ/s1600/2sbv7o1.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezzJrXDdI/AAAAAAAAAXU/5_h75gIEROQ/s400/2sbv7o1.jpg" border="0" alt="" width="300" height="400" /></a></div>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGez64PkAgI/AAAAAAAAAXY/K2NP_HO6kHQ/s1600/2laa89v.jpg"><img src="http://1.1.1.2/bmi/4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGez64PkAgI/AAAAAAAAAXY/K2NP_HO6kHQ/s320/2laa89v.jpg" border="0" alt="" width="288" height="320" /></a></div>
<p>Berapa  kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas  hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil  tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL!  dibantu sama Pertamina</p>
<p>3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar  di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan  keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe1KP_N1_I/AAAAAAAAAXk/JpeoOhq6SKA/s1600/pwyls.jpg"><img src="http://1.1.1.4/bmi/4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe1KP_N1_I/AAAAAAAAAXk/JpeoOhq6SKA/s400/pwyls.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p>Letaknya  di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika negara ini  menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua  pohon di hutan itu maka bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat  tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan  iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan  iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah  mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk  perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.</p>
<p>4.  Negara ini punya Luatan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu  Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang  tidak dimiliki negara lain.</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0S4OUQyI/AAAAAAAAAXc/j3roEYLqN08/s1600/b3ooxz.jpg"><img src="http://1.1.1.1/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0S4OUQyI/AAAAAAAAAXc/j3roEYLqN08/s320/b3ooxz.jpg" border="0" alt="" width="320" height="320" /></a></div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0eBhV_6I/AAAAAAAAAXg/lDTgMh995sU/s1600/tuna.jpg"><img src="http://1.1.1.4/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0eBhV_6I/AAAAAAAAAXg/lDTgMh995sU/s320/tuna.jpg" border="0" alt="" width="320" height="224" /></a></div>
<p>Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.</p>
<p>5.  Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah  penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan  negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat  manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai.  jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara  lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.</p>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe2PVkXAkI/AAAAAAAAAXo/xixYA-QTSX0/s1600/hibmasa.gif"><img src="http://1.1.1.1/bmi/1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe2PVkXAkI/AAAAAAAAAXo/xixYA-QTSX0/s400/hibmasa.gif" border="0" alt="" width="400" height="262" /></a></div>
<p>6.  Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak  gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur  terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak  terdapat sinar matahari dan hujan.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4BfaHJ8I/AAAAAAAAAXw/ztGpEBT4L78/s1600/sawah.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4BfaHJ8I/AAAAAAAAAXw/ztGpEBT4L78/s400/sawah.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p>Jika  dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak  yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita  semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan  cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan  menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur  negara ini yang bisa ditanami apapun juga. <em>bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.</em></p>
<p>7.  Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada  negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut  bisa kita temui di negara ini.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4ZbXo0UI/AAAAAAAAAX0/n-FpWdqUUb0/s1600/bromo1-big.jpg"><img src="http://1.1.1.4/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4ZbXo0UI/AAAAAAAAAX0/n-FpWdqUUb0/s400/bromo1-big.jpg" border="0" alt="" width="400" height="298" /></a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5O999wcI/AAAAAAAAAX4/V6X6vvb0bsA/s1600/bali.jpg"><img src="http://1.1.1.3/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5O999wcI/AAAAAAAAAX4/V6X6vvb0bsA/s400/bali.jpg" border="0" alt="" width="400" height="321" /></a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5W2x9nXI/AAAAAAAAAX8/Q-EjIiel-ZU/s1600/borobudur-temple-292612-lw.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5W2x9nXI/AAAAAAAAAX8/Q-EjIiel-ZU/s400/borobudur-temple-292612-lw.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5doJwFHI/AAAAAAAAAYA/12fNBFWn_lc/s1600/kelimutu-lake.jpg"><img src="http://1.1.1.1/bmi/2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5doJwFHI/AAAAAAAAAYA/12fNBFWn_lc/s400/kelimutu-lake.jpg" border="0" alt="" width="400" height="271" /></a></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5khGpVdI/AAAAAAAAAYE/wdP5qp0QQzo/s1600/raja+ampat.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5khGpVdI/AAAAAAAAAYE/wdP5qp0QQzo/s400/raja+ampat.jpg" border="0" alt="" width="400" height="321" /></a></p>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6D3GE72I/AAAAAAAAAYI/92Jp_Nk5hdM/s1600/prambanan.jpg"><img src="http://1.1.1.4/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6D3GE72I/AAAAAAAAAYI/92Jp_Nk5hdM/s400/prambanan.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6MzvDxZI/AAAAAAAAAYM/OBkv34coCpc/s1600/sipiso.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6MzvDxZI/AAAAAAAAAYM/OBkv34coCpc/s400/sipiso.jpg" border="0" alt="" width="400" height="265" /></a></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6iuUSoHI/AAAAAAAAAYQ/dBTulaeIVrw/s1600/indonesiaku.jpg"><img src="http://1.1.1.5/bmi/1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6iuUSoHI/AAAAAAAAAYQ/dBTulaeIVrw/s400/indonesiaku.jpg" border="0" alt="" width="275" height="400" /></a><br />
Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya <strong>INDONESIA</strong>! tapi apa yang terjadi?<br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe8jCmOrZI/AAAAAAAAAYc/ogi_HrVNin8/s1600/gelandangan.jpg"><img src="http://1.1.1.2/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe8jCmOrZI/AAAAAAAAAYc/ogi_HrVNin8/s400/gelandangan.jpg" border="0" alt="" width="400" height="246" /></a></p>
<p>Untuk  EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL, PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA  yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan  TERIMA KASIH.<br />
<strong>Sebuah cerita mungkin akan bisa menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.</strong></p>
<p><em>Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia</em></p>
<div><em>Suatu  hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja  diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, &#8220;Apa yang baru saja Engkau  ciptakan, Tuhan?&#8221; &#8220;Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet  biru yang bernama Bumi,&#8221; kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di  atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, &#8220;Ini akan menjadi  planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru  ini, segalanya akan terjadi secara seimbang&#8221;.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Lalu  Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah  utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan  seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan  juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Di  Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin,  seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat  serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Lalu  malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, &#8220;Lalu daerah apakah  itu Tuhan?&#8221; &#8220;O, itu,&#8221; kata Tuhan, &#8220;itu Indonesia. Negara yang sangat  kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang  telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap  panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah  tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka  pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.&#8221;</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Dengan  terheran-heran, malaikat pun protes, &#8220;Lho, katanya tadi setiap negara  akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu  dimana letak keseimbangannya? &#8220;</em></div>
<div><em>Tuhan  pun menjawab dalam bahasa Inggris, &#8220;Wait, until you see the idiots I  put in the government.&#8221; (tunggu sampai Saya menaruh &#8216;idiot2&#8242; di  pemerintahannya)</em></div>
<p>Dan  untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun,  kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya  kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk  bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6zsItn-I/AAAAAAAAAYU/aRGQqxb-XEY/s1600/veteran.jpg"><img src="http://1.1.1.4/bmi/3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6zsItn-I/AAAAAAAAAYU/aRGQqxb-XEY/s400/veteran.jpg" border="0" alt="" width="267" height="400" /></a></p>
<p><em>&#8220;Indonesia tanah air beta</em></p>
<div><em>disana tempat lahir beta,</em></div>
<div><em>dibuai dibesarkan bunda,</em></div>
<div><em>Tempat berlindung di hari Tua&#8230;</em></div>
<div><em>HIngga nanti menutup mata&#8221;</em></div>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGf9oHr7LBI/AAAAAAAAAYg/CTDOicH-EEQ/s1600/bendera-indonesia+%281%29.jpg"><img src="http://1.1.1.3/bmi/1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGf9oHr7LBI/AAAAAAAAAYg/CTDOicH-EEQ/s400/bendera-indonesia+%281%29.jpg" border="0" alt="" width="400" height="285" /></a></p>
<p><strong>HIDUPLAH INDONESIA RAYA&#8230;&#8230;!!!!!!</strong></p>
<div><strong>Memperingati HUT RI ke 65 Tahun</strong></div>
<div><strong>17 Agustus 1945 &#8211; 17 Agustus 2010</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div><strong>MERDEKA&#8230;.!!!!!</strong></div>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia' addthis:title='Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Gaji Fresh Graduate</title>
		<link>http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate</link>
		<comments>http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[daftar gaji]]></category>
		<category><![CDATA[fresh graduate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate"><img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate' addthis:title='Daftar Gaji Fresh Graduate '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Di bawah ini beberapa hasil memata2i rata2 standar gaji 2009-2010 (basic salary) utk fresh grad di beberapa  company, mohon maaf jika ada data yg tidak lagi valid harap maklum karena data ini berasal dr berbagai sumber yg mungkin juga berasal dari data tahun sebelumnya. Tp paling tidak kisarannya bisa kita jadikan acuan. Semoga bermanfaat bagi [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate' addthis:title='Daftar Gaji Fresh Graduate ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate' addthis:title='Daftar Gaji Fresh Graduate '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Di bawah ini beberapa hasil memata2i rata2 standar gaji 2009-2010 (basic salary) utk fresh grad di beberapa  company, mohon maaf jika ada data yg tidak lagi valid harap maklum karena data ini berasal dr berbagai sumber yg mungkin juga berasal dari data tahun sebelumnya. Tp paling tidak kisarannya bisa kita jadikan acuan. Semoga bermanfaat bagi rekan semua.</p>
<p><strong>Kantor Akuntan Publik:</strong><br />
Pricewaterhouse Coopers = 3,5jtan<br />
Ernst &amp; Young = 3jtan<br />
KPMG = 2,75jtan<br />
di Akuntan publik rata2 banyak lembur (biasanya 20 rb/jam) ini yang bikin<br />
payroll akhir bulan mungkin besar. Jadi THP rata2 akuntan publik antara<br />
6-8juta</p>
<p><strong>Manufacturing</strong><br />
MT Unilever =7-8<br />
P&amp;G =6-7<br />
Nestle= 5-6<br />
DANONE=5-6<br />
Jonshon&amp;Jonshon= 4-5</p>
<p><strong>Banking</strong><br />
Mandiri ODP = Februari 2009 3,3j cuman denger2 batch Juni ini udah 3,8jtan<br />
PPE Bank Niaga = 3,5jtan<br />
MDP BCA =3,75jtan<br />
GMAP PermataBank = 5jtan<br />
RMT HSBC = 6-7jtan<br />
International Graduate Standard Chartered =6-7jtan<br />
CTO (MT local) Stanchart = 5-6jtan nett<br />
BRI = 2,7an tapi bonus 8 x gaji setahun, so total dlm setahun bisa terima<br />
21x gaji<br />
BNI: 3.2an waktu training itu 75% dari gaji</p>
<p><!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"></script><!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --> <!-- Render the gadget into a div. --><script type="text/javascript">// <![CDATA[
   var skin = {}; skin['HEIGHT'] = '60'; skin['BORDER_COLOR'] = 'transparent'; skin['ENDCAP_BG_COLOR'] = '#e0ecff'; skin['ENDCAP_TEXT_COLOR'] = '#333333'; skin['ENDCAP_LINK_COLOR'] = '#0000cc'; skin['ALTERNATE_BG_COLOR'] = '#ffffff'; skin['CONTENT_BG_COLOR'] = '#ffffff'; skin['CONTENT_LINK_COLOR'] = '#0000cc'; skin['CONTENT_TEXT_COLOR'] = '#333333'; skin['CONTENT_SECONDARY_LINK_COLOR'] = '#7777cc'; skin['CONTENT_SECONDARY_TEXT_COLOR'] = '#666666'; skin['CONTENT_HEADLINE_COLOR'] = '#333333'; google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */); google.friendconnect.container.renderAdsGadget(  { id: 'div-8459986001706349124',    height: 60,    site: '11902684562385941819',    'prefs':{"google_ad_client":"ca-pub-8357479789611129","google_ad_host":"pub-6518359383560662","google_ad_format":"468x60"}  },   skin);
// ]]&gt;</script><br />
<strong>Oil &amp; Mining</strong><br />
Total E&amp;P 12jtan<br />
Conoco Philips 12jtan<br />
BP = 12jtan<br />
Pertamina = BPS: 8jtan<br />
Pertamina Hulu = 10jtan<br />
LNG 12juta an<br />
Haliburton = 10jtan<br />
Exxon = 10jtan<br />
CNOOC = 9-10jtan<br />
schlumberger = Jakarta 9jtan<br />
Mcdermott (Jkt base) =<br />
10jtan<br />
Kodeco : 9-10jtan jkt base. utk penempatan di field<br />
(onshore) dpt tambahan 60% x basic utk schedule 2-2, 80-85% x basic utk<br />
schedule 2-1. Tambhan 15% lagi utk karyawan yg ditugaskan<br />
dioffshore<br />
Chevron: 15jtan</p>
<p>KPC = 10 jtan dapat tiket Pulang pergi naik pesawat mereka kl pingin cuti<br />
PAMA = 6jutaan tiket pulang dibayarin standar garuda<br />
Freeport: 5juta + tunjangan 40% dari gaji + tunjangan laen jadi total<br />
9-12jtan<br />
THiess: 8juta<br />
Pupuk Kaltim = 6juta<br />
PT Badak=12juta enginee, 10juta untuk non engginer<br />
petrokimia gresik fresh grad 6 bulan pertama (masa training) 4,3</p>
<p><strong>Sekuritas</strong><br />
MT Danareksa 4,5 S1 tapi disesuikan berdasarkan jenjang pendidikan S1, S2<br />
dll</p>
<p><strong>Consulting</strong><br />
Accenture 4-5jtan + allowance 300 rb/hari<br />
McKinsey 8-9jtan, masih dapet OT so THP gede banget<br />
AT Kearney 15-17 juta, ga ada uang lembur lagi</p>
<p><strong>Telecommunication</strong><br />
Indosat = 5<br />
XL = 5.5<br />
Telkomsel = 4an setahun 23x<br />
Telkom = Dijawa 3.8 di luar jawa 5juta dan sama 23x setahun</p>
<p><strong>BUMN lainnya</strong><br />
PLN = 3.8an setahun 18x gaji<br />
ANTAM=8juta- an</p>
<p><strong>Rokok</strong><br />
Sampoerna = 5.5jtan untuk supervisor area dan 8 untuk GI 17x setahun dapat<br />
uang pulsa (max 700ribu/bulan) , mobil dinas ama BBM ditanggung<br />
Djarum = 5jutaan untuk fresh</p>
<p><strong>Departemen:</strong><br />
BI: 9-10juta perbulan<br />
Depkeu: 6-8juta perbulan (untuk pajak&amp;beacukai) lainnya 4.5juta/bulan<br />
BPK: 5-6perbulan<br />
Sekretaris negara: 3-5juta</p>
<p><strong>Lain lain</strong><br />
Kompas gramedia, fresh graduate 3-4jt. bonus 2 x setahun 2x gaji. thr 1 x<br />
gaji natal &amp; lebaran<br />
Sumber : Dari berbagai sumber<br />
(<a href="http://www.facebook.com/danar.listiawan">Danar Listiawan</a>)</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate' addthis:title='Daftar Gaji Fresh Graduate ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/daftar-gaji-fresh-graduate/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal-muasal nama daerah terkenal di Betawi</title>
		<link>http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi</link>
		<comments>http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[nama daerah terkenal betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi"><img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi' addthis:title='Asal-muasal nama daerah terkenal di Betawi '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Ancol Kawasan ancol terletak disebelah timur Kota Tua Jakarta, sampai batas kompleks Pelabuhan Samudera Tanjungpriuk. Dewasa ini kawasan tersebut dijadikan sebuah Kelurahan dengan nama yang sama, termasuk wilayah kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara. Ancol mengandung arti “tanah mendidih berpaya – paya” Dahulu, bila laut sedang pasang air payau kali Ancol berbalik kedarat menggenangi tanah sekitarnya [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi' addthis:title='Asal-muasal nama daerah terkenal di Betawi ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi' addthis:title='Asal-muasal nama daerah terkenal di Betawi '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Ancol</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan ancol terletak disebelah timur Kota Tua Jakarta, sampai batas kompleks Pelabuhan Samudera Tanjungpriuk. Dewasa ini kawasan tersebut dijadikan sebuah Kelurahan dengan nama yang sama, termasuk wilayah kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Ancol mengandung arti “tanah mendidih berpaya – paya” Dahulu, bila laut sedang pasang air payau kali Ancol berbalik kedarat menggenangi tanah sekitarnya sehingga terasa asin. Wajarlah bila orang – orang Belanda zaman VOC menyebut kawasan tersebut sebagai Zoutelande. “tanah asin” sebutan yang juga diberikan untuk kubu pertahanan yang dibangun di situ pada tahun 1656(De Haan 1935:103 – 104).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Untuk menghubungkan Kota Batavia yang pada zaman itu berbenteng dengan kubu tersebut, sebelumnya telah dibuat terusan, yaitu Terusan Ancol, yang sampai sekarang masih dapat dilayari perahu. Kemudian dibangun pula jalan yang sejajar dengan terusan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pembuatan terusan, jalan dan kubu pertahanan di situ, karena dianggap srtategis dalam dalam rangka pertahanan kota Batavia. Sifat strategis kawasan Ancol rupanya sudah dirasakan pada masa agama Islam mulai tersebar didaerah pesisir Kerajaan Sunda. Dalam Koropak 406, Carita Parahiyangan, Ancol disebut – sebut sebagai salah satu medan perang disamping Kalapa Tanjung Wahanten (Banten) dan tempat – tempat lainnya pada masa pemerintahan Surawisesa (1521 – 1535).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Angke</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan sebutan sebuah kampung yang terkenal dengan mesjid tua yang bernama Mesjid Al – Anwar, yang dibangun sekitar tahun 1714. Sekarang kampung Angke, Kecamatan Tambora Jakarta Barat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Asal – usul kata angke berasal dari bahasa China dengan dua suku kata, yaitu ang yang artinya darah dan Ke yang artinya bangkai. Kampung ini dinamakan Angke karena adanya peristiwa sejarah yang sangat berhubungan dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1740 ketika terjadi pemberontakan orang – orang China di Batavia, ribuan orang China dibantai oleh Belanda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mayat orang – orang China yang bergelimpangan dibawa dan dihanyutkan ke kali yang ada didekat peristiwa tersebut, sehingga kampung dan kali yang penuh dengan mayat itu diganti penduduk dengan nama Kali Angke dan kampung Angke. Sebelum peristiwa itu terjadi, kampung itu namanya adalah kampung Bebek, hal ini karena orang China yang tinggal dikampung itu banyak yang berternak bebek.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Lokasi kampung bebek sangat strategis untuk memelihara bebek karena dekat dengan sungai.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Batu Ampar</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Batu Ampar yang merupakan bagian dari kawasan Condet, bahkan biasa disebut Condet Batuampar, dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Keramatjati, Kotamadya Jakarta Timur. Wilayah kelurahan Batuampar di sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kelurahan Balekambang, (lengkapnya Condet Balekambang), yang dalam sejarahnya berkaitan satu sama lain.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Ada legenda yang melekat pada nama tempat tersebut sebagaimana diceritakan oleh orang – orang tua di Condet kepada Ran Ramelan, penulis buku kecil berjudul Condet, sebagai berikut.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada jaman dulu ada sepasang suami istri, namanya Pangeran Geger dan Nyai Polong, memeliki beberapa orang anak. Salah seorang anaknya, perempuan, diberi nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Waktu Maemunah sudah dewasa dilamar oleh Pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makasar yang tinggal di sebelah timur Condet, untuk salah seorang anaknya, bernama Pangeran Astawana.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Supaya dibangunkan sebuah rumah dan sebuah tempat bersenang – senang di atas empang, dekat kali Ciliwung, yang harus selesai dalam waktu satu malam. Permintaan itu disanggupi dan terbukti, menurut sahibulhikayat, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di sebuah empang di pinggir kali Cliwung, sekaligus dihubungkan dengan jalan yang diampari dengan batu, mulai dari tempat kediaman keluarga Pangeran Tenggara .</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Demikianlah, menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut Batuampar, dan bale (Balai) peristirahatan yang seolah – olah mengambang di atas air kolam dijadikan nama tempat . Balekambang.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada awal abad keduapuluh di Batuampar terdapat perguruan silat yang dipimpin antara lain oleh Maliki dan Modin (Pusponegoro, 1984, IV:295). Pada tahun 1986, seorang guru silat di Batuampar, Saaman, terpilih sebagai salah seorang tenaga pengajar ilmu bela diri itu di Negeri Belanda, selama dua tahun. Tidak mustahil, kemahiran Saaman sebagai pesilat, sehingga terpilih menjadi pengajar di mancanegara itu, adalah kemahiran turun – temurun.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">BidaraChina</span></span></strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">BidaraChina dewasa ini menjadi nama sebuah kelurahan, kelurahan BidaraChina, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut beberapa informasi, kawasan tersebut dikenal dengan nama BidaraChina, karena pada waktu terjadi pemberontakan orang – orang China di Batavia dan sekitarnya terhadap Kompeni pada tahun 1740, ribuan dari mereka terbunuh mati, bermandi darah. Di antaranya di tempat yang kemudian disebut BidaraChina itu.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Informasi tersebut tidak mustahil mengandung kebenaran walaupun mengundang beberapa pertanyaan, kenapa hanya dikawasan itu yang disebut BidaraChina, karena banyak orang China mati bermandikan darah?. Padahal peristiwa pembunuhan itu konon terjadi di pelosok Kota Batavia dan sekitarnya. Kenapa tidak di sebut China berdarah, sesuai dengan kaidah bahasa Melayu, yang kemudian berubah menjadi Chinabedara, selanjutnya menjadi Chinabidara?</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Perkiraan lainnya, asal nama kawasan tersebut dari bidara yang ditanam oleh orang China di situ. Bidara, atau bahasa ilmiahnya Zizyphus jujube Lam, famili Rhanneae, adalah pohon yang kayunya cukup baik untuk bahan bangunan,. Akar dan kulitnya yang rasanya pahit, mengandung obat penyembuh beberapa macam penyakit, termasuk sesak nafas. Di ketiak dahannya biasa timbul gumpalan getah. Buahnya dapat dimakan (Fillet 1888:52)</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Ada kaitannya dengan perkiraan tersebut, yaitu keterangan tentang adanya seorang China yang mengikat kontrak yang aktanya dibuat oleh Notaris Reguleth tertanggal 9 Oktober 1684, untuk menanami kawasan sekitar benteng Noordwijk dengan pohon buah – buahan, termasuk pohon Bidara (De Haan 1911, (11):613). Walaupun di luar kontrak tersebut, mungkin saja seorang China menanam bidara di tempat yang kini dikenal dengan sebutan BidaraChina itu.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Cawang</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Cawang dewasa ini menjadi sebuah kelurahan Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama kawasan tersebut berasal dari nama seorang Letnan Melayu yang mengabdi kepada Kompeni, yang bermukim disitu bersama pasukan yang dipimpinnya, bernama Enci Awang.(Awang, mungkin panggilan dari Anwar). Lama – kelamaan sebutan Enci Awang berubah menjadi Cawang. Letnan Enci Awang adalah bawahan dari Kapten Wan Abdul Bagus, yang bersama pasukannya bermukim dikawasan yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Melayu, sebelah selatan Jatinegara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kurang jelas, apakah sebagian atau seluruhnya, pada tahun 1759 Cawang sudah menjadi milik Pieter van den Velde, di samping tanah – tanah miliknya yang lain seperti Tanjungtimur atau Groeneveld, Cikeas, Pondokterong, Tanjungpriuk dan Cililitan (De Haan, 1910:50).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada awal abad ke-20 Cawang pernah menjadi buah bibir, karena disana bermukim seorang pesilat beraliran kebatinan, bernama Sairin, alias Bapak Cungok. Sairin dituduh oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai dalang kerusuhan di Tangerang pada tahun 1924. Di samping itu. Ia pun dinyatakan terlibat dalam pemberontakan Entong Gendut, di Condet tahun 1916. Condet pada waktu itu termasuk bagian tanah partikelir Tanjung Oost (Poesponegoro 1984, (IV):299 – 300).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Cijantung</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dewasa ini Cijantung menjadi nama sebuah kelurahan, Kelurahan Cijantung, wilayah Kecamatan Pasarrebo, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Namanya berasal dari nama sebuah anak sungai CiLiwung, yang berhulu di Areman, dekat Kelapadua sekarang.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada pertengahan abad ketujuh belas kawasan itu sudah berpenghuni, sebagaimana dilaporkan oleh Kapten Frederick H. Muller, yang memimpin ekspedisi pasukan Kompeni pertama yang menjelajahi daerah sebelah selatan Meestercornelis, yang hutannya sudah dibuka setahun sebelumnya oleh Cornelis Senen. Ekspedisi Muller tersebut dilakukan karena terdorong oleh adanya berita – berita tentang adanya gerombolan oarng- orang Mataram di daerah pedalaman, serta adanya jalan darat yang biasa digunakan oleh orang – orang Banten ke Priangan, melalui Muaraberes, di tepi sungai Ciliwung.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Perjalanan Kapten Muller dari kastil Batavia ke Cijantung, dimulai tanggal 4 Nopember 1657, bersama pasukannya yang terdiri atas 14 orang serdadu kulit putih dan 15 orang Mardijker, dipandu oleh 10 orang pribumi. Setelah berjalan selama tiga hari dengan susah payah merambah hutan, menyusuri tepi Sungai Ci Liwung, barulah mereka sampai di Cijantung yang di huni oleh 12 umpi di bawah pemimpinnya bernama Prajawangsa (De Haan 1911, (II):24).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mungkin sulit untuk dibayangkan, betapa lebatnya hutan antara Jatinegara sampai Cijantung pada tahun 1657 itu, dibandingkan dengan keadaan dewasa ini.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Cililitan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Cililitan dahulu terbentang dari sungai Ci Liwung di sebelah barat, sampai sungai Ci Pinang di sebelah timur. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Kampung Makasar dan Condet. Di sebelah utara berbatasan dengan kawasan Cawang . Bagian sebelah barat Jalan Dewi Sartika sekarang sebatas simpangan Jalan Kalibata, biasa disebut Cililitan Kecil, sedangkan yang terletak disebelah timur Jalan Raya Bogor, dikenal dengan nama Cililitan Besar. Dewasa ini nama Cililitan dijadikan nama kelurahan, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Cililitan diambil dari nama salah satu anak sungai Ci Cipinang. Dewasa ini anak sungai tersebut sudah tidak ada lagi bekas – bekasnya. Kata ci, adalah bahasa Sunda, mengandung arti “air sungai” Lilitan lengkapnya lilitan – kutu, adalah nama semacam perdu yang bahasa ilmiahnya Pipturus velutinus Wedd., termasuk famili Urticeae (Fillet 1888:201).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada pertengahan abad ke- 17 kawasan Cililitan merupakan bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, ketika masih dimiliki oleh Pieter van der Velde (De Haan 1910:50). Kemudian beberapa kali berpindah pindah tangan. Sampai diganti namanya menjadi lapangan Udara Halim Perdanakusumah. Lapangan udara tersebut biasa disebut Lapangan Udara (vliegeld, kata orang Belanda) Cililitan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Cilincing</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Cilincing terletak di sebelah timur Pelabuhan Samudera Tanjungpriuk, dewasa ini menjadi sebuah kecamatan, Kecamatan Cilincing, termasuk wilayah Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Cilincing diambil dari nama anak sungai yang mengalir dari selatan keutara, membelah kawasan tersebut. Cilincing mungkin lengkapnya berasal dari Ci Calincing. Kata Ci, adalah bahasa sunda , yang artinya sungai, seperti Ci Tarum, Ci Liwung, dan Ci Manuk.Cilincing adalah nama jenis pohon, sama dengan belimbing wuluh, averhrhoa Carambola L. Termasuk famili Oxalideae (Fillet 1883 :292).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Walaupun letaknya cukup jauh untuk ukuran tiga abad yang lalu, ternyata disana terdapat dua villa, tempat peristirahatan .Yang pertama adalah landhuis Cilincing yang dibangun oleh Justinus Vinck pada tahun 1740 dan sampai sekarang masih dapat dilihat, walaupun keadaannya tidak begitu menggembirakan. Dewasa ini bangunan tersebut dihuni beberapa pensiunan anggota kepolisian, dan dikenal dengan sebutan Rumah Veteran. Yang kedua adalah landhuis Vredestein yang dibangun oleh mantan Gubernur Pantai Utara Jawa, Nicolaas Hartingh, pada tahun 1750. Landhuis yang kedua itu sekarang sudah tidak ada bekas – bekasnya.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dalam sejarah Jakarta, Cilincing memegang peranan cukup penting, karena disanalah pada tanggal 4 Agustus 1811 pasukan balatentara Inggris yang jumlahnya hamper 12.000 orang, mendarat tanpa mendapat perlawanan dari pihak Belanda, yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Perancis (J.R. van Diesen 1889:303).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Condet</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Condet meliputi tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Batuampar, Kampung Tengah (dahulu disebut Kampung Gedong), dan Balekambang termasuk wilayah Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Condet berasal dari nama sebuah anak sungai Ci Liwung, yaitu Ci Ondet. Ondet, atau ondeh, atau ondeh – ondeh, adalah nama pohon yang nama ilmiahnya Antidesma diandrum Sprg.,termasuk famili Antidesmaeae (Fillet, 1888:128), semacam pohon buni, yang buahnya biasa dimakan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Data tertulis pertama yang menyinggung – nyinggung Condet adalah catatan perjalanan Abraham van Riebeeck, waktu masih menjadi Direktur Jenderal VOC di Batavia ( sebelum menjadi Gubernur Jendral ). Dalam catatan tersebut, pada tanggal 24 September 1709 Van Riebeck beserta rombongannya berjalan melalui anak sungai Ci Ondet “Over mijin lant Paroeng Combale, Ratudjaja, Depok, Sringsing naar het hooft van de spruijt Tsji Ondet”,..(De Haan 1911: 320).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Keterangan kedua terdapat dalam surat wasiat Pangeran Purbaya (tentang tokoh ini dapat dilihat dalam tulisan ini pada entri: Kebantenan), yang dibuat sebelum berangkat ke pembuangan di Nagapatman, disahkan oleh Notaris Reguleth tertanggal 25 April 1716. Dalam surat wasiat itu antara lain tertulis, bahwa Pangeran Purbaya menghibahkan beberapa rumah dan sejumlah kerbau di Condet kepada anak – anak dan istrinya yang ditinggalkan (De Haan, 1920:250).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Keterangan ketiga adalah Resolusi pimpinan Kompeni di Batavia tertanggal 8 Juni 1753, yaitu keputusan tentang penjualan tanah di Condet seluas 816 morgen (52.530 ha), seharga 800 ringgit kepada frederik willem Freijer. Kemudian kawasan Condet menjadi bagian dari tanah partikelir Tandjoeng, Oost, atau Groeneveld (De Haan 1910:51).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Gambir</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sekarang kampung Gambir tinggal kenangan saja, yang tersisa adalah nama Kelurahan Gambir dan nama Stasiun Gambir yang masih tertinggal pada salah satu stasiun yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Wilayah yang termasuk pada kawasan Gambir batas – batasnya adalah: diutara jalan Veteran, di Selatan jalan Kebon Sirih, di Barat jalan Mojopahit dan di Timur kali Ciliwung. Kata Gambir sudah dikenal sejak nama, sejak kawasan ini mulai mengacu pada sebutan masyarakat lokal yang melihat banyaknya pohon gambir yang tumbuh dikawasan ini.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sebelum dikembangkan oleh Daendles sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda di daerah baru yang disebutnya Weltevreden, sejarah kawasan ini telah dimulai sejak tahun 1658 masih berupa daerah rawa – rawa dan padang ilalang. Oleh pemiliknya yang bernama Anthony Paviljoen daerah ini telah mulai disewakan kepada masyarakat China untuk digarap sebagai lahan pertanian tebu, pertanian sayur – sayuran dan sawah. Setelah makin berkembang didaerah ini timbul pasar yang berlanjut terus sebagai pasar tempat memeperingati hari lahir ratu Belanda yang di adakan pasar malam setiap tahun. Pasar yang tumbuh dan berkembang terus itu disebut pasar Gambir.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Setelah Daendels berkuasa dan memindahkan pusat pemerintahan dari Kota ke Weltevreden yang dalam bahasa Belanda berarti tempat yang paling ideal sebagai lokasi pemukiman (tempat yang nyaman), maka Belanda mulai membangun berbagai macam sarana prasarana perkotaan di daerah baru ini. Salah satu sarana perkotaan yang terkenal pada waktu itu adalah lapangan koningsplein yang disebut juga oleh masyarakat lokal dengan nama lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta). Lapangan ini mengingatkan kita pada peristiwa rapat raksasa rakyat Jakarta yang terjadi dilapangan IKADA ini. Pada masa lalu, dilapangan ini terdapat perkumpulan olah raga dan yang paling terkenal adalah Bataviaasche Sport Club (BSC) dan Batavia Buitenzorg Wedloop Societet (BBWS). BSC adalah perkumpulan olahraga biasa dan BBWS adalah perkumpulan olah raga berkuda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Setelah pembangunan Monumen Nasional (Monas) dimulai pada tahun 1962, Lapangan Gambir dan perumahan Departemen Pekerjaan Umum (DPU), serta perumahan Djawatan Kereta Api (DKA) ikut tergusur untuk ikut tergusur juga dan nama pasar tersebut diabadikan pada lokasi Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran. Yang tersisa dari kata Gambir untuk masa sekarang adalah nama stasiun Gambir dan nama Kelurahan Gambir.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Glodok</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Glogok dewasa ini dijadikan nama sebuah kelurahan di wilayah kecamatan Tamansari, Kotamadya Jakarta Barat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mengenai asal – usul nama kawasan itu terdapat beberapa pendapat. Ada yang mengatakan berasal dari kata grojok, onomatopi suara kucuran air dari pancuran. Memang cukup masuk akal, karena di sana jaman dulu terdapat semacam waduk penampungan air dari kali Ciliwung, yang dikucurkan dengan pancuran terbuat dari kayu dari ketinggian kurang lebih 10 kaki. Kata grojok diucapkan oleh orang – orang. Tionghoa totok, penduduk mayoritas kawasan itu jaman dulu berubah menjadi Glodok sesuai dengan lidahnya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Keterangan lainnya menyebutkan, bahwa kata glodok diambil dari sebutan terhadap jembatan yang melintas Kali Besar (Ciliwung) di kawasan itu, yaitu jembatan Glodok. Disebut demikian karena dahulu di ujungnya terdapat tangga – tangga menempel pada tepi kali, yang biasa digunakan untuk mandi dan mencuci oleh penduduk di sekitarnya. Dalam bahasa Sunda, tangga semacam itu disebut glodok, sama seperti sebutan bagi tangga rumah.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mandi di kali pada jaman dulu, bukan hanya kebiasaan orang bumiputra saja melainkan menjadi kebiasaan umumnya penduduk, termasuk orang – orang Belanda yang berkedudukan tinggi sekalipun ( De Haan, 1935: 193 dan 294).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Gondangdia</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama kampung yang sekarang berada ditengah pemukiman elit Menteng Jakarta Pusat. Nama Gondangdia cukup dikenal dikalangan masyarakat awam di Jakarta karena sering disebut dalam lagu Betawi, Cikini sigondang dia, saya disini karena dia. Batas – batas wilayah Gondangdia adalah:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">- Sebelah Utara jalan K.H. Wahid Hasyim</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">- Sebelah Selatan Jalan Sutan Syahrir</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">- Sebelah Barat kali Cideng</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">- Sebelah Timur jalan Rel Kereta Api.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Asal usul nama kampung Gondangdia ternyata ada beberapa versi, diantaranya adalah:</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">1. Nama Gondangdia berasal dari nama pohon Gondang (sejenis pohon beringin) yang tumbuh pada tanah basah atau berair. Kemungkinan pada masa lalu ada pohon Gondang yang tumbuh di daerah ini.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">2. Nama Gondangdia berasal dari nama binatang air sejenis keong Gondang. Yang artinya keong besar. Kemungkinan pada masa lalu didaerah ini banyak terdapat keong besar, sehingga masyarakat menyebut tempat ini dengan menyebut nama keong.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">3. Nama Gondangdia berasal dari nama seorang kakek yang terkenal dan disegani oleh masyarakat sekitar kampung. Kakek ini mempunyai nama kondang dan sering juga dipanggil Kyai kondang Karena terkenal dikalangan masyarakat kampung, nama kakek kondang sering disebut – sebut dan masyarakat sering mengaitkan nama tempat itu dengan nama kakek, maka disebut dengan gondangdia (kakek dia yang tersohor).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Hek</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tempat yang terletak antara Kantor Kecamatan Kramatjati dan kantor Polisi Resor Kramatjati, sekitar persimpangan dari jalan Raya Bogor ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus ke Pondokgede, dikenal dengan nama Hek.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Rupanya, nama tersebut berasal dari bahasa Belanda. Menurut Kamus Umum Bahasa Belanda – Indonesia (Wojowasito 1978:269), kata hek berarti pagar. Tetapi menurut Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal (Koenen- Endpols, 1946:388), kata hek dapat juga berarti pintu pagar (“..raam-of traliewerk…”). Dari seorang penduduk setempat yang sudah berumur lanjut, diperoleh keterangan, bahwa di tempat itu dahulu memang ada pintu pagar, terbuat dari kayu bulat, ujung – ujungnya diruncingkan, berengsel besi besar – besar, bercat hitam. Pintu itu digunakan sebagai jalan keluar – masuk kompleks peternakan sapi, yang sekelilingnya berpagar kayu bulat. Kompleks peternakan sapi itu dewasa ini menjadi kompleks Pemadam Kebakaran dan Kompleks polisi Resort Keramatjati. Sampai tahun tujuh puluhan kompleks tersebut masih biasa disebut budreh, ucapan penduduk umum untuk kata boerderij, yang berarti kompleks pertanian dan atau peternakan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kompleks peternakan tersebut merupakan salah satu bagian dari Tanah Partikelir Tanjoeng Oost, yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua terkenal akan hasil peternakannya, terutama susu segar untuk konsumsi orang – orang Belanda di Batavia.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Jalan Cengkeh</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Jalan Cengkeh terletak di Kota Tua Jakarta sebelah utara Kantor Pos, di samping sebelah timur Pasar Pisang. Dahulu jaman penjajahan Belanda, Jalan itu bernama Princenstraat, tetapi umum juga disebut Jalan Batutumbuh, mungkin karena disana terdapat batu bertulis. Kawasan sekitar batu prasasti Puernawarman, di Tugu juga biasa disebut Kampung Batutumbuh.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada tahun 1918, di dekat tikungan Jalan Cengkeh ke Jalan Kalibesar Timur, yang waktu itu bernama Groenestraat, ditemukan batu bertulis peninggalan orang – orang Portugis, yang biasa disebut padrao. Padrao itu dipancangkan oleh orang – orang Portugis, menandai tempat akan dibangun sebuah benteng, sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara Raja Sunda dengan perutusan Portugis yang dipimpin oleh Henriquez de Lemme, yang menurut Sukamto ditandatangani pada tanggal 21 Agustus 1522. Batu bertulis itu diberi ukiran berupa lencana. Raja Immanuel. Rupanya de Leme beserta rombongannya belum mengetahui bahwa raja Portugal tersebut telah meninggal tanggal 31 Desember 1521.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang dating akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang – barang keperluan yang diminta oleh pihak Sunda. Mulai saat benteng dibangun pihak Sunda akan menyerahkan 1.000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan barang – barang yang dibutuhkan (Sumber: Hageman 1867: Soekamto 1956: Danasasmita 1983)</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Japat</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Japat terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Sunda Kalapa, termasuk wilayah Kelurahan Ancol Utara, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama kawasan tersebut berasal dari kata jaagpad. Ada yang mengatakan, kata jaagpad berarti “Jalan setapak yang biasa digunakan untuk berburu” . Katanya jaag, dari jagen, artinya “berburu” Pad, artinya “jalan setapak” padahal, kata jaagpad tidak ada sangkut pautnya dengan berburu, melainkan sebuah istilah dalam pelayaran perahu. Pada alur sungai atau terusan yang dangkal, perahu yang melaluinya baru dapat bergerak maju, kalo ditarik. Pada jaman Kompeni Belanda, bahkan beberapa dasawarsa sebelum pelabuhan Tanjungpriuk dibuat, kapal – kapal (layar) yang cukup besar bila berlabuh dipelabuhan Batavia, yang sekarang menjadi Pelabuhan Sunda Kalapa, tidak merapat seperti sekarang, melainkan biasa membuang sauh masih jauh dilaut lepas. Pengangkutan orang dan barang dari kapal biasa dilakukan dengan perahu. Untuk mempermudah pendaratan, di sebelah rimur Pelabuhan Sunda Kalapa sekarang dibuat terusan khusus untuk perahu – perahu pendarat. Terutama di musim hujan, terusan tersebut biasa menjadi dangkal, dipenuhi lumpur dari darat bercampur pasir dari laut sehingga perahu kecil pun sulit melewatinya. Apalagi perahu besar, berlunas lebar, sarat muatan, agar bisa bergerak maju harus dihela beberapa kuda atau sejumlah orang yang berjalan di depan perahu, sebelah kiri dan kanan terusan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Terusan tersebut diuruk pada abad ke- 19, sehingga sekarang sulit untuk melacaknya. Yang tersisa hanya sebutannya jaagpad yang berubah menjadi japat, sebagai nama dari kawasan tersebut.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Jatinegara</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Jatinegara dewasa ini menjadi nama sebuah Kecamatan. Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur, salah satu pusat Kota Jakarta yang multipusat itu.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Jatinegara baru muncul pada kawasan tersebut, sejak tahun 1942, yaitu pada awal masa pemerintahan pendudukan balatentara Jepang di Indonesia, sebagai pengganti nama Meester Cornelis yang berbau Belanda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sebutan Meester Cornelis mulai muncul ke pentas sejarah Kota Jakarta pada pertengahan abad ke-17, dengan diberikannya izin pembukaan hutan dikawasan itu kepada Cornelis Senen adalah seorang guru agama Kristen, berasal dari Lontor, pulau Banda. Setelah tanah tumpah – darahnya dikuasai sepenuhnya oleh kompeni, pada tahun 1621 Senen mulai bermukim di Batavia, ditempatkan di kampung Bandan. Dengan tekun ia mempelajari agama Kristen sehingga kemudian mampu mengajarkannya kepada kaum sesukunya. Dia dikenal mampu berkhotbah baik dalam bahasa Melayu maupun dalam bahasa Portugis (kreol) Sebagai guru, ia biasa dipanggil mester, yang berarti “tuan guru”. Hutan yang dibukanya juga dikenal dengan sebutan Mester Cornelis, yang oleh orang – orang pribumi biasa disingkat menjadi Mester. Bahkan sampai dewasa ini nama itu nampaknya masih umum digunakan oleh penduduk Jakarta, termasuk oleh para pengemudi angkot (angkutan kota).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan hutan yang dibuka oleh Mester Cornelis Senen itu lambat laun berkembang menjadi satelit Kota Batavia. Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah oleh Pemerintah Hindia Belanda dibentuklah Pemerintahan Gemeente (kotapraja) Meester Cornelis, bersamaan dengan dibentuknya Gemeente Batavia. Kemudian, mulai tanggal 1 Januari 1936 Gemeente Meester Cornelis digabungkan dengan Gemeente Batavia.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Disamping kedudukannya sebagai gemeente, pada tahun 1924 Meester Cornelis dijadikan nama kabupaten, Kabupaten Meester Cornelis, yang terbagi menjadi 4 kewedanaan, yaitu Kewedanaan Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi, dan Cikarang (Kolonial Tidschrifft, Maart 1933:1).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada jaman Jepang pemerintah pendudukan jepang, nama Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara, bersetatus sebagai sebuah Siku, setingkat kewedanaan, bersama – sama dengan Penjaringan, Manggabesar, Tanjungpriuk, Tanahabang, Gambir, dan Pasar Senen.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Ketika secara administrative Jakarta ditetapkan sebagai Kotapraja Jakarta Raya, Jatinegara tidak lagi menjadi kewedanaan, karena kewedanaan dipindahkan ke Matraman, dengan sebutan Kewedanaan Matraman. Jatinegara menjadi salah satu wilayah Kecamatan Pulogadung, Kewedanaan Matraman (The Liang Gie 1958:144)</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Jatinegara Kaum</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Jatinegara Kaum dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur. Disebut Jatinegara Kaum, karena di sana terdapat kaum, dalam hal ini rupanya kata kaum diambil dari bahasa Sunda, yang berarti “tempat timggal penghulu agama beserta bawahannya” (Satjadibrata, 1949:149). Sampai tahun tigapuluh abad yang lalu, penduduk Jatinegara Kaum umumnya berbahasa Sunda (Tideman 1933:10).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dahulu Jatinegara kaum merupakan bagian dari kawasan Jatinegara yang meliputi hamper seluruh wilayah Kecamatan Pulogadung sekarang. Bahkan di wilayah Kecamatan Cakung sekarang, terdapat sebuah kelurahan yang bernama Jatinegara, yaitu Kelurahan Jatinegara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dari mana asal nama Jatinegara serta kapan kawasan tersebut bernama demikian, belum dapat dinyatakan dengan pasti. Yang jelas nama kawasan tersebut baru disebut – sebut pada tahun 1665 dalam catatan harian (Dagh Register) Kastil Batavia, waktu diserahkan kepada Pangeran Purbaya beserta para pengikutnya. Pangeran Purbaya adalah salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Banten yang digulingkan dari tahtanya oleh putranya sendiri, Sultan Haji, dengan bantuan kompeni Belanda pada tahun 1682. Setelah tertawan, Pangeran Purbaya beserta saudara – saudaranya yang lain, seperti Pangeran Sake dan Pangeran Sangiang, ditempatkan di dalam benteng Batavia. Kemudian , ditugaskan untuk memimpin para pengikutnya, yang ditempatkan dibeberapa tempat, seperti Kebantenan, Jatinegara, Cikeas, Citeurep, Ciluwar, dan Cikalong.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Orang – orang Banten yang bermukim di Jatinegara, awalnya dipimpin oleh Pangeran Sangiang. Karena dianggap terlibat dalam pemberontakan Kapten Jonker, kekuasaan Pangeran Sangiang di Jatinegara ditarik kembali, dan pada tahun 1680 diserahkan kepada Kiai aria Surawinata, mantan bupati Sampora, kesultanan Banten (T.B.G. XXX:138) yang setelah menyerah kepada kompeni diangkat menjadi Letnan, di bawah Pangeran Sangiang. Sampai tahun 1689.Surawinata masih bermukim di Luarbatang . Setelah Kiai Aria Surawinata wafat, berdasarkan putusan Pimpinan Kompeni Belanda di Batavia tertanggal 27 Oktober 1699, sebagai penggantinya adalah putranya, Mas Muahmmad yang Panca wafat, sebagai penggantinya ditunjuk salah seorang putranya, Mas Ahmad. Pada waktu para bupati Kompeni diwajibkan untuk menanam kopi di wilayahnya masing – masing, penyerahan hasil pertanian itu dari tahun 1721 sampai dengan tahun 1723. tercatat atas nama Mas Panca. Baru pada tahun 1724 tercatat atas nama Mas Ahmad. Pada tahun 1740 rupanya Mas Ahmad masih menjadi bupati Jatinegara atas nama Mas Ahmad berjumlah 2.372,5 pikul, kurang lebih 14.650 kg.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kebantenan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Kebantenan, atau kebantenan, dewasa ini termasuk wilayah Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dikenal dengan sebutan Kebantenan, karena kawasan itu sejak tahun 1685 dijadikan salah satu tempat pemukiman orang – orang Banten, dibawah pimpinan Pangeran Purbaya, salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa. Tentang keberadaan orang – orang Banten dikawasan tersebut, sekilas dapat diterangkan sebagai berikut.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Setelah Sultan Haji (Abu Nasir Abdul Qohar ) mendapat bantuan kompeni yang antara lain melibatkan Kapten Jonker, Sultan Ageng Tirtayasa terdesak, sampai terpaksa meninggalkan Banten, bersama keluarga dan abdi – abdinya yang masih setia kepadanya. Mereka berpencar, tetapi kemudian terpaksa mereka menyerahkan diri, Sultan Ageng di sekitar Ciampea, Pangeran Purbaya di Cikalong kepada Letnan Untung (Untung Surapati).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Di Batavia awalnya mereka ditempatkan didalam lingkungan benteng. Kemudian Pangeran Purbaya beserta keluarga dan abdi – abdinya diberi tempat pemukiman, yaitu di Kebantenan, Jatinegara, Condet, Citeureup, dan Cikalong.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Karena dituduh terlibat dalam gerakan Kapten Jonker, Pangeran Purbaya dan adiknya. Pangeran Sake, pada tanggal 4 Mei 1716 diberangkatkan ke Srilangka, sebagai orang buangan. Baru pada tahun 1730 kedua kakak beradik itu diizinkan kembali ke Batavia. Pangeran Purbaya meninggal dunia di Batavia tanggal 18 Maret 1732.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Perlu dikemukakan, bahwa disamping Kabantenan di Jakarta Utara itu, ada pula Kabantenan yang terletak antara Cikeas dengan Kali Sunter, sebelah tenggara Jatinegara, atau sebelah barat daya Kota Bekasi. Di salah satu rumah tempat kediaman Pangeran Purbaya yang berada di baratdaya Bekasi itu ditemukan lima buah prasasti berhuruf Sunda kuno, peninggalan jaman kerajaan Sunda, yang ternyata dapat sedikit membuka tabir kegelapan Sejarah Jawa Barat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kampung Ambon</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan penyebutan nama tempat yang ada di Rawamangun, Jakarta Timur. Nama ini sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP. Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon mencari bantuan dengan menambah pasukan dari masyarakat Ambon. Pasukan Ambon yang dibawa Coen dimukimkan orang Ambon itu lalu kita kenal sebagai kampung Ambom, terletak didaerah Rawamangun, Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kampung Bali</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Di wilayah Propinsi DKI Jakarta terdapat beberapa kampung yang menyandang nama Kampung Bali, karena pada abad ketujuhbelas atau kedelapanbelas dijadikan pemukiman orang – orang Bali, yang masing – masing dipimpin kelompok etnisnya. Untuk membedakan satu sama lainnya, dewasa ini biasa dilengkapi dengan nama kawasan tertentu yang berdekatan, yang cukup banyak dikenal. Seperti Kampung Bali dekat Jatinegara yang dulu bernama Meester Corornelis, disebut Balimester, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur. </span></span> </span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Balimester tercatat  sebagai perkampungan orang – orang Bali sejak tahun 1667.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kampung Bali Krukut, terletak di sebelah barat Jalan Gajahmada sekarang yang dahulu bernama Molenvliet West. Di sebelah selatan, perkampungan itu berbatasan dengan tanah milik Gubernur Reineir de Klerk (1777 – 1780), dimana dibangun sebuah gedung peristirahatan, yang dewasa ini dijadikan Gedung Arsip Nasional.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kampung Bali Angke sekarang menjadi kelurahan Angke, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Disana terdapat sebuah masjid tua, yang menurut prasasti yang terdapat di dalamnya, dibangun pada 25 Sya’ban 1174 atau 2 April 1761. Dihalaman depan masjid itu terdapat kuburan antara lain makam Pangeran Syarif Hamid dari Pontianak yang riwayat hidupnya ditulis di Koran Javabode tanggal 17 Juli 1858. Dewasa ini mesjid tersebut biasa disebut Masjid Al- Anwar atau Masjid Angke.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada tahun 1709 di kawasan itu mulai pula bermukim orang – orang Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Badulu, yang pemukimannya berseberangan dengan pemukiman orang – orang Bugis di sebelah utara Bacherachtsgrach, atau Jalan Pangeran Tubagus Angke sekarang . Perkumpulan itu dahulu dikenal dengan sebutan Kampung Gusti</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">(Bahan: De Haan 1935,(I), (II):Van Diesen 1989).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kampung Bandan</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan penyebutan nama Kampung yang berada dekat pelabuhan Sunda Kelapa atau masih dalam Kawasan Kota Lama Jakarta (Batavia) Berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan terdapat beberapa versi asal – usul nama Kampung Bandan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">1. Bandan berasal dari kata Banda yang berarti nama pulau yang ada di daerah Maluku. Kemungkinan besar pada masa lalu ( periode kota Batavia) daerah ini pernah dihuni oleh masyarakat yang berasal dari Banda. Penyebutan ini sangatlah lazim karena untuk kasus lain ada kemiripannya, seperti penyebutan nama kampung Cina disebut Pecinan. Tempat memungut pajak atau cukai (bea) disebut Pabean dan Pekojan sebagai perkampungan orang Koja (arab), dan lain – lain.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">2. Banda berasal dari kata Banda ( bahasa Jawa) yang berarti ikatan Kata Banda dengan tambahan awalan di (dibanda) mempunyai arti pasif yaitu diikat. Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya peristiwa yang sering dilihat masyarakat pada periode Jepang, yaitu pasukan Jepang membaw pemberontak dengan tangan terikat melewati kampung ini menuju Ancol untuk dilakukan eksekusi bagi pemberontak tersebut.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">3. Banda merupakan perubahan ucapan dari kataPandan. Pada masa lalu di kampung ini banyak tumbuh pohon, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama Kampung Pandan</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kampung Bugis</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tempat – tempat atau kawasan yang bernama atau pernah disebut Kampung Bugis awalnya dijadikan perkampungan atau pemukiman sekelompok orang – orang Bugis. Salah satunya adalah Kampung Bugis di Kelurahan Penjaringan. Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kampung Bugis yang terletak di sebelah utara Jalan Pangeran Tubagus Angke, seberang Kampung Gusti, yang dahulu menjadi tempat pemukiman orang – orang Bali dibawah pimpinan Gusti Ktut Badalu, pada tahun 1687 secara resmi diserahkan oleh pimpinanVOC di Batavia kepada Aru Palaka dari Kerajaan Sopeng Sulawesi Selatan. Aru Palaka rupanya memilih menjadi sekutu Kompeni daripada bersatu dengan Kerajaan Gowa dibawah pimpinan Sultan Hasannudin.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kampung Bugis yang terletak di sebelah utara Jalan Pangeran Jayakarta, sebelah barat tahun 1690, sama seperti Kampung Bugis yang terletak di dekat Patuakan, di ujung sebelah utara Jembatan lima.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tidak semua pemukiman kelompok orang – orang Bugis dinamai Kampung Bugis. Kawasan disebelah utara Tanah Abang yang dahulu dijadikan pemukiman orang – orang Bugis dibawah pimpinan Aru Patuju dikenal dengan sebutan Petojo.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Kampung Gedong</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dewasa ini kawasan Kampung Gedong mejadi sebuah kelurahan. Kelurahan Tengah, termasuk wilayah Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sebutan Kampung Gedong bagi kawasan tersebut, karena di sana berdiri sebuah gedung peristirahatan (landhuis) tuan tana, pemilik tanah partikelir Tanjoeng Oost (Tanjung Timur). Gedung beserta halamannya yang sangat luas. Oleh pemiliknya dahulu diberi nama Goeneveld, yang berarti lapangan hijau, sesuai dengan panorama sekelilingnya yang hijau royo – royo. Dari gedung itu sampai tempat yang sekarang menjadi perempatan Pasar Rebo, Jalan Raya Bogor, terbentang jalan yang dahulu kanan kirinya ditanam pohon asem (Tamarindus indica), menambah keasrian pemandangan sekitarnya.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tuan tanah pertama dari kawasan itu adalah Pieter van de Velde asal Amersfoort, yang pada pertengahan abad ke-18 berhasil memupuk kekayaan berkat berbagai kedudukannya yang selalu menguntungkan. Setelah peristiwa pemberontakan Cina pada tahun 1740, dia berhasil mengusai tanah – tanah Kapten Ni Hu-Kong, yang terletak di selatan Meester Cornelis (sekarang Jatinegara) sebelah timur Sungai Ciliwung. Kemudian di tambah dengan tanah – tanah lainnya yang di belinya sekitar tahun 1750, maka terbentuklah Tanah Partikelir Tanjoeng Oost. Di situ ia membangun gedung tersebut selesai dibangun. Pemilik kedua adalah Adrian Jubels. Setelah ia meninggal pada tahun 1763, Tanah tanjung Oost dibeli oleh Jacobus Johannes Craan, yang terkenal dengan seleranya yang tinggi. Pemilik baru itu mendandani gedung peristirahatan dengan dekorasi berlanggam Lodewijk XV, ditambah dengan hiasan – hiasan yang bersuasana Cina. Sampai terbakar pada tahun 1985 sebagian dari ukiran – ukiran penghias gedung itu masih dapat disaksikan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Setelah Craan meninggal, Tanjoeng Oost dibeli oleh menantunya Willem Vincent Helvetius van Riemsdjik, putra Gubernur Jendral Jeremies van Riemsdjik (1775 – 1777).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sampai pecahnya Perang Dunia Kedua, gedung Groeneveld dikuasai turun- temurun oleh para ahli warisnya, keturunan Vincent Helvetius van Riemsdjik.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Willem Vincent Helvetius sendiri sejak muda sudah menduduki jabatan yang menguntungkan, antara lain pada usia 17 tahun sudah menjabat sebagai administrator Pulau Onrust, jabatan yang menjadi incaran banyak orang, karena konon sangat “basah” banyak memberi kesempatan untuk memupuk kekayaan. Kedudukan ayahnya sebagai gubernur Jenderal dimanfaatkan dengan sangat baik, sehingga kekayaannya makin berkembang. Pada tahun sembilanpuluhan abad ke-18, tanah – tanah miliknya tersebar antara lain di Tanahabang, Cibinong, Cimanggis, Ciampea, Cibungbulan, Sadeng, dan dengan sendirinya Tandkoeng Oost atau Tanjung Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tanjung Timur mengalami perkembangan yang sangat pesat pada waktu dikuasai oleh Daniel Cornelius Helvetius, yang berusaha menggalakkan pertanian dan peternakan. Setelah ia meninggal pada tahun 1860, Groeneveld menjadi milik putrinya yang bernama, Dina Cornelia, yang menikah dengan Tjalling Ament, asal Kota Dokkum, Belanda Utara. Ament melanjutkan usaha mertuanya, meningkatkan usaha pertanian dan peternakan. Pada pertengahan abad ke-19, di kawasan TanjungTimur dipelihara lebih dari 6000 ekor sapi. Produksi susunya sangat terkenal di Batavia. Sampai tahun 1942 Groeneveld turun – temurun dihuni keturunan Van Riemsdjik, dan kawasan itu sampai sekarang disebut Kampung Gedong.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Luarbatang</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Luar batang, yang terkenal karena adanya makam yang dikeramatkan di dalam masjid tua, Masjid Luarbatang, termasuk wilayah Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Letaknya terhimpit antara terusan. Pelabuhan Sundakelapa dan kawasan perumahan elit, Pluit.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut legenda, kawasan itu disebut Luarbatang, sebagai kenangan atas peristiwa ajaib, yang terjadi pada saat jenazah Sayid Husein, seorang penyebar agama Islam yang sangat tinggi ilmunya, akan diturunkan ke liang lahat. Walau kerandanya, yang menurut istilah setempat biasa disebut kurung batang, dibuka, ternyata jenazahnya sudah raib, entah kemana, keluar sendiri dari kurung batang, tanpa tanpa dilihat orang. Itulah sebabnya, maka kawasan itu dikenal dengan sebutan Luarbatang.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut sejarah, kawasan itu disebut Luarbatang, karena terletak di luar batang pemgempangan, atau penghalang, yang diletakkan melintang di muara Ci Liwung. Pengempangan itu terbuat dari batang kayu diperkuat dengan besi. Setiap sekoci, sampan, perahu, dan sebagainya yang akan masuk berlayar di Ci Liwung menuju Kota wajib membayar beamasuk, semacam membayar tol dewasa ini, bila kendaraan hendak memasuki jalan tol ( De Haan 1935: 186) Kampung Luarbatang biasa disebut Kramat Luarbatang, karena di sana terdapat makam yang dikeramatkan, yaitu makam Sayid Husein bin Abubakar bin Abdullah al Aydrus. Beberapa puluh tahun ulama itu, yang oleh sementara orang dipercayai sebagai keturunan Nabi Muhammad, biasa berdakwah di kota – kota pesisir utara Pulau Jawa, dari Batavia sampai Surabaya. Ulama kharismatis itu wafat sekitar tahun 1796, dimakamkan diluar masjid yang dibangun sekitar tahun 1796. Makamnya ditembok sekitar tahun 1812. Waktu dilaksanakan perluasan masjid, sekitar tahun 1827, makam keramat itu menjadi berada di dalam ruangan masjid (J.R Van Diessen 1989:185).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Manggarai</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Manggarai dewasa ini terbagi menjadi dua kelurahan, Kelurahan Manggarai Selatan dan Kelurahan Manggarai Utara, wilayah Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama kawasan itu mungkin diberikan oleh kelompok penghuni awal, yaitu orang – orang Flores Barat (Murray 1961:38). Mereka menamai tempat pemukimannya yang baru, Manggarai, sebagai pengikat kenangan pada kampung halaman mereka yang ditinggalkan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menarik untuk dikemukakan, bahwa sebelum pecahnya Perang Dunia di Manggarai berkembang sebuah tarian yang disebut lenggo, diiringi orkes yang antara lain terdiri atas tiga buah rebana biang. Jaap Kunst, seorang ahli etnomusikologi, dalam bukunya Musik in Java jilid II, menyajikan gambar tarian tersebut. Dewasa ini tari tersebut, yang namanya berubah menjadi tari belenggo , menjadi salah satu tari tradisi Betawi dan tersebar di beberapa tempat. Menurut keterangan dari H. Abdurrahman, mantan Kepala Jawatan Kebudayaan Propinsi Nusatenggara Timur, di Bima terdapat pula tari jenis itu.namanya pun sama, yakni tari lenggo tidak mustahil kalo tari belenggo Betawi merupakan perkembangan dari tari lenggo Bima, melalui orang – orang Flores Barat yang menjadi penghuni awal kawasan Manggarai adalah bengkel dan stasiun kereta api, serta sebuah kompleks perumahan yang tertata cukup rapi, berbeda dengan perumahan di sekitarnya yang tampak dibangun tanpa perencanaan yang cermat.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Marunda</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Marunda sekarang menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara. Namanya diambil dari nama sungai yang mengalir di situ, yaitu Kali Marunda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Marunda adalah sebutan setempat bagi semacam pohon mangga yang aroma buahnya wangi menyengat, biasa disebut lembem atau kebembem. Nama ilmiahnya: Mangifera Laurina BI (Fillet 1888:210).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama kawasan itu mulai disebut – sebut pada pertengahan di tepi sebelah barat Kali Marunda. Kubu tersebut pada tahun 1664 dipindahkan ke tepi sebelah barat Kali Bekasi, dikenal dengan sebutan Wagt Barangcassi. Dengan keputusan pimpinan VOC di Batavia tanggal 19 September 1747, ditetapkan bahwa di Marunda dibangun lagi kubu pertahanan yang pengurusannya diserahkan kepada Justinus Vinck, Tuan tanah yang antara lain memiliki Pasar Senen, yang sangat berkepentingan untuk menjaga rumah peristirahatannya (Landhuis Cilincing) berikut tanah – tanah di sekitarnya. (De Haan 1911, (II):408).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Matraman</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dewasa ini Matraman menjadi nama sebuah kecamatan, Kecamatan Matraman, Kotamadya Jakarta Timur.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mengenai asal – usul namanya, sampai sekarang belum diperoleh keterangan yang cukup memuaskan. Pada umumnya memperkirakan kawasan itu dahulu dijadikan perkubuan oleh pasukan Mataram dalam rangka penyerangan Kota Batavia, melalui darat. Tidak mustahil kalau di kawasan itu dibangun kubu – kubu pasukan dari Sumedang dan Ukur (Bandung). Pada waktu Mataram menyerang Batavia, Ukur dan Sumedang merupakan bagian dari Kesultanan Mataram, dan memang diberitakan ikut berpartisipasi.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Prof. Dr. Joko Soekiman dalam disertasinya yang kemudian diterbitkan dengan judul Kebudayaan Indis, menyatakan bahwa. “Di JakartaMatraman merupakan tempat tinggal Tuan Matterman “ (Soekiman 2000:217) tanpa keterangan lebih lanjut mengenai sumbernya.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dugaan lainnya, nama tersebut adalah warisan pengikut Pangeran Diponegoro, sebagaimana ditulis oleh Mohammad Sulhi dalam Majalah Intisari Juni 2002, dengan Judul Betawi yang Tercecer di Jalan. Dugaan ini mungkin melesat, karena jauh sebelum Perang Diponegoro, pada tahun 1789 Matraman sudah disebut – sebut sebagai milik tuan tanah David Johannes Smith (De Haan 1910, (I):64). Menurut F. de Haan dalam bukunya yang berjudul Oud Batavia, kawasan itu diberikan kepada orang – orang Jawa dan Mataram ( De Haan 1935:67) mungkin setelah Mataram berada di bawah pengaruh Kompeni, menyusul ditandatanganinya perjanjian antara Mataram dengan VOC tertanggal 28 Februari 1677 (Colenbrander 1925:173). Mungkin orang – orang Mataram yang ditempatkan dikawasan itu, adalah mereka yang pada pertengahan abad ketujuhbelas diberitakan berada disekitar Muaraberes sampai di kawasan Karawang (De Haan 1910, 1:262). Di antara mereka mungkin ada yang mempunyai keahlian, sebagai pengrajin barang – barang dari perunggu, atau gangsa, mereka membuka usaha di tempat yang kini dikenal dengan nama Pegangsaan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Menteng</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama daerah yang ada di selatan kota Batavia. Semula daerah ini merupakan hutan dan banyak ditumbuhi pohon buah – buahan. Karena banyaknya pohon Menteng yang tumbuh di daerah ini, maka masyarakat mengaitkan nama tempat ini dengan Kelurahan dan sekaligus juga nama Kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Pusat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sejak tahun 1810 wilayah ini telah mulai dibuka oleh Gubernur Jenderal Daendels untuk daerah pengembangan kota Batavia. Kemudian pada tahun 1912 tanah yang ada disekitar kampung Menteng ini dibeli oleh pemerintah Belanda untuk dijadikan perumahan bagi pegawai pemerintah Hindia Belanda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sampai sekarang kita dapat menyaksikan peninggalan Belanda di perumahan Menteng. Rumah – rumah ini dibangun dengan konsep rumah Belanda yang dikombinasikan dengan gaya rumah Jawa atau disebut juga dengan konsep Indis ( percampuran gaya rumah Belanda dengan gaya rumah Jawa).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Wilayah Menteng dalam perkembangannya dipertegas lagi dengan membagi – bagi nama Menteng, sehingga terdapat nama kampung lebih kecil didalam kampung yang luas, ada nama Menteng atas, Menteng Dalam, Menteng Pulo dan sebagainya.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Paal Meriam</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama tempat yang terletak di antara perapatan Matraman dengan Jatinegara. Asal usul nama tempat ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813. Pada waktu itu pasukan artileri meriam Inggris mengambil tempat di daerah ini untuk posisi meriam yang siap ditembakkan. Pasukan meriam Inggris disiapkan didaerah ini untuk melakukan penyerangan ke kota Batavia. Peristiwa tersebut sangat berkesan bagi masyarakat sekitar daerah itu, sehingga menyebut daerah ini dengan sebutan tempat paal meriam (tempat meriam disiapkan).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Cerita lain menyebutkan bahwa pada waktu Gubernur Jenderal Daendels membuka jalan yang disebut dengan jalan trans Jawa dari Anyer (Banten) ke Panarukan (Jawa Timur), daerah paal meriam ini dipasang patok jalan yang terbuat dari meriam yang sudah tidak terpakai. Masyarakat setempat sering melihat meriam tersebut sebagai patok jalan atau disebut juga paal jalan yang terbuat dari meriam, maka daerah itu disebut dengan paal meriam.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pajongkoran</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Wilayah Kelurahan Koja Selatan, Kecamatan Tanjungpriuk, dan Wilayah Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara, sampai akhir tahun enampuluhan abad ke-20 lalu dikenal dengan sebutan Pajongkoran. Entah apa sebabnya nama itu dihilangkan dan peta – peta yang terbit kemudian.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan tersebut dikenal dengan nama Pajongkoran, karena dari tahun 1676 sampai tahun 1682 dikuasai oleh Kapten Jonker, seorang kepala pasukan orang- orang Maluku yang mengabdi kepada VOC.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kata Jonker bukanlah nama diri, melainkan gelaran, yaitu padanaan dari tamaela, gelaran kehormatan di Ambon pada jaman itu. Pada sebuah akte tertanggal 22 Nopember 1664, namanya ditulis JonckerJouwa de Manipa (De Haan 1919:228 – 229).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tanah seluas itu diberikan sebagai hadiah bagi jasa – jasanyadi berbagai medan perang, seperti di Timor, Srilangka di bawah Van Goens di Sumatera Barat di bawah Poleman, di Sulawesi Selatan di bawah Speelman, di Jawa Timur pada waktu Kompeni “membantu” Mataram memadamkan pemberontakan Pangeran Trunojoyo, di Palembang dan terakhir pada peperangan di Banten, waktu Kompeni “membantu” Sultan Haji melawan ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa (De Haan 1935:372). Pada tahun 1682 (Poespo Negoro 1984, (III):71).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menjelang akhir hayatnya, Jonker merasa disia – siakan disamping mendapat tekanan – tekanan dari pejabat – pejabat Belanda yang tidak menyenanginya, seperti Mayor Isaac de Saint Martin, yang memimpin Kompeni ke Banten, sebelum pasukan yang dipimpin Jonker terlibat dalam peperangan itu. Pada tahun1689, dengan tuduhan akan berbuat makar, tempat kediamannya diserbu, Jonker sendiri menemui ajalnya dengan tragis.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pancoran</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pancoran terletak di Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari Kotamadya Jakarta Barat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pancoran berasal dari kata Pancuran. Di kawasan itu pada tahun 1670 dibangun semacam waduk atau “aquada” tempat penampungan air dari kali Ciliwung, yang dilengkapi dua buah pancuran itu mengucurkan air dari ketinggian kurang lebih 10 kaki.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dari sana air diangkut dengan perahu oleh para penjaja yang menjajakannya disepanjang saluran – saluran (grachten) di kota. Dari tempat itu pula kelasi- kelasi biasa mengangkut air untuk kapal – kapal yang berlabuh agak jauh dilepas pantai, karena dipelabuhan Batavia kapal tidak dapat merapat. Karena banyaknya yang mengambil air dari sana, sering kali mereka harus antri berjam – jam. Tidak jarang kesempatan itu mereka manfaatkan untuk menjual barang – barang yang mereka selundupkan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dari penampungan di situ kemudian air disalurkan ke kawasan kastil melalui Pintu Besar Selatan. Rancangannya sudah dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Durven (1728 – 1732), tetapi dilaksanakan pada awal masa Van Imhoff berkuasa (1743 – 1750). Dengan demikian maka pengambilan air untuk keperluan kapal menjadi tidak terlalu jauh sampai melewati kota.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dengan adanya saluran air dari kayu itu, maka di halaman Balikota (Stadhuis) dibuat pula air mancur. Sisa – sisa salurannya masih ditemukan pada tahun 1882, yang ternyata berbentuk balok kayu persegi empat yang dilubangi, disambung – sambung satu sama lain direkat dengan timah (De Haan 1935; 299 – 300).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pasar Baru</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama sebuah pasar yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Sebutan nama Pasar Baru, karena pasar ini merupakan pasar yang ada belakangan setelah lingkungan sektor lapangan Gambir dibuka oleh Gubernur Jenderal Daendels. Daerah yang dibangun oleh Daendels sebagai pusat pemerintahan Hindi Belanda yang baru, daerah ini disebut Weltevreden ( tempat yang menyenangkan). Disekitar weltevreden telah ada pasar seperti pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Untuk membedakan satu sama lain, Daendels menyebut pasar itu sebagai Pasar Baru. (Yang baru dibangun).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Lahan sebagai lokasi Pasar Baru telah dibeli oleh Daendels dan telah direncanakan sebagai tempat pembangunan pasar sejak tahun 1821. Pasar ini bertujuan untuk menjual kebutuhan masyarakat Eropa yang bermukim di Weltevreden. Pembangunan Pasar Baru dimulai pada tahun 1821. sejak I Januari 1825, kios (bangunan) yang ada di Pasar Baru mulai disewakan kepada pedagang yang umumnya dari kelompok Cina, India dan Arab.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada awal mulanya, hari pasar di Pasar Baru adalah Senin dan Jumat, kemudian berubah menjadi setiap hari karena masyarakat Eropa mulai bertambah banyak. Pengunjung lebih banyak dating ke Pasar Baru dan merupakan kebiasaan masyarakat Eropa yang keluar rumah dengan dandanan ala Eropa melakukan perjalanan dan belanja ke Pasar Baru.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Paseban</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama kampung sekaligus nama kelurahan yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Paseban berasal dari kata yang artinya tempat berkumpul, yaitu tempat berkumpulnya pasukan Sultan Agung dari Jawa Tengah dalam penyerangan Kota Batavia pada tahun 1628 – 1629. Letak kampung Paseban dekat dengan kampung Matraman yang memiliki sejarah asal – usul yang sama.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pegangsaan</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pegangsaan dewasa ini menjadi nama kelurahan, termasuk, wilayah Kecamatan Menteng, Kotamadya Jakarta Pusat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dalam Majalah Intisari Juni 2002, Mohammad Sulhi menyatakan dugaannya, bahwa Pegangsaan, yang terkenal sebagai tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, “dulunya tempat angon atau pemeliharaan angsa”. Dugaan demikian mungkin saja benar, seperti halnya dugaan lainnya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kemungkinan lainnya, kawasan tersebut dahulunya menjadi tempat pengrajin barang – barang dari perunggu, atau gangsa. Tempatnya biasa disebut pegangsan atau pegangsaan. Para pengrajin itu akhir abad ketujuhbelas membuka kawasan Matraman (De Haan 1935:67). Di Kota Bogor, tempat yang dahulunya dihuni oleh orang – orang Jawa pengrajin barang – barang dari tembaga dinamai Paledang, sampai sekarang (Danasasmita 1983:89).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pasar Rumput</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan sebutan nama pasar yang sekarang lokasinya ada di Jalan Sultan Agung Jakarta Selatan. Pasar ini sekarang telah menyatu dengan pasar Manggarai.Asal mula penyebutannya Pasar Rumput ini berasal dari adanya para pedagang pribumi yang menjual rumput dan sering mangkal dilokasi itu.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Para pedagang rumput terpaksa mangkal dilokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke permukiman elit Menteng. Masyarakat Menteng banyak yang memelihara kuda sebagai sarana angkutan dan masa itu sado merupakan sarana angkutan yang banyak membawa penumpang orang kaya keluar masuk lingkungan Menteng.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Walaupun para pedagang rumput sudah tidak dapat ditemukan lagi di pasar rumput masyarakat Jakarta sangat akrab dengan sebutan nama Pasar Rumput. Kalau di pasar burung kita dapat membeli burung, di pasar buah kita dapat membeli buah, namun di Pasar Rumput kita tidak dapat membeli rumput karena pedagangnya tidak ada yang menjual rumput.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pasar Boplo</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama pasar yang terletak di lokasi pemukiman elit Menteng Jakarrta Pusat. Nama pasar ini berasal dari kata dalam bahasa Belanda bouwploeg yang berarti tempat menjual alat bajak untuk mengolah pertanian. Pada masa lalu pasar ini tempat menjual alat – alat pertanian dan yang paling banyak dijual adalah alat bajak untuk mengolah sawah.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kata boplo mungkin juga berasal dari sebutan kantor jawatan Pekerjaan Umum masa pemerintahan Belanda yang berada di dekat lokasi pasar. Kantor jawatan pekerjaan umum itu bernama jawatan Bouwploeg yang sekarang kantor itu berubah fungsi menjadi mesjid Cut Mutia</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pasar Genjing</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan sebutan nama sebuah pasar kecil yang sekarang terletak di persimpangan jalan Pramuka dan jalan Utan Kayu di Jakarta Timur. Nama genjing berasal dari sebutan pohon besar yang ada dilokasi pasar.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Bagi masyarakat yang berasal dari Jawa, pohon ini disebut dengan pohon sengon. Sedangkan bagi masyarakat dari suku Sunda pohon ini disebut pohon jeungjing.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Karena sulit menyebut nama pohon ini dengan sebutan dari suku Sunda, maka masyarakat Betawi menyebutnya dengan sebutan genjing.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pejagalan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama kampung dan sekarang diabadikan menjadi nama jalan Pejagalan di Kelurahan Pekojan, Jakarta Barat. Nama Pejagalan berasal dari kata jagal atau pemotongan hewan. Pada masa lalu di kampung Pejagalan banyak tinggal orang keturunan Arab dan Pakistan. Mereka senang memasak nasi kebuli yang bahan bakunya adalah beras dan daging kambing karena banyak dan seringnya memotong hewan kambing, maka daerah ini disebut dengan kampung Pejagalan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Petojo</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Petojo dewasa ini meliputi dua kelurahan, yaitu Kelurahan Petojo Utara dan Kelurahan Petojo Selatan, termasuk wilayah Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Petojo berasal dari nama seorang pemimpin orang – orang Bugis yang pada tahun 1663 diberi hak pakai kawasan tersebut, bernama Aru Petuju.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Perubahan dari petuju menjadi petojo, tampaknya lazim di Batavia pada waktu itu, seperti halnya kata pancuran, kemudian diucapkan jadi pancoran.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Beberapa tahun sebelum bermukim di kawasan yang terletak di sebelah barat Kali Krukut itu, Aru (Arung) Petuju bersama dengan Pangeran dari Bone Aru (Arung) Palaka, menyingkir ke Batavia, setelah gagal melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Sultan Hasanuddin dari kerajaan Gowa, yang telah lama dilakukannya. Dengan demikian terjalinlah kerjasama antara Aru(ng) palaka dengan Belanda dalam menghadapi Sultan Hasanuddin. Kerjasama antara dua kekuatan itu berhasil mengakhiri kekuatan Gowa atas Bone. Sultan Hasanuddin terpaksa harus menerima kenyataan, bahwa Belanda akan memegang, monopoli perdagangan di Sulawesi Selatan. (Poesponegoro 1984 (IV):208).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sebagaimana umumnya tanah – tanah yang semula dikuasai oleh sekelompok orang dibawah pemimpin masing – masing, kawasan Petojo juga kemudian beralih tangan. Pada tahun 1816 kawasan Petojo sudah dimiliki oleh willem Wardenaar, di samping tanah – tanah di daerah – daerah lainnya, seperti Kampung Duri dan Kebon Jeruk yang pada waktu itu biasa disebut Vredelust (De Haan 1910:101).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Penjaringan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama kampung dan sekaligus nama Kelurahan dan nama Kecamatan yang terletak disebelah Utara Pelabuhan Sunda Kelapa. Nama ini berasal dari sebutan tempat yang banyak memproduksi jarring untuk keperluan para nelayan teluk Jakarta.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Cerita lain ada juga yang menyebutkan bahwa nama penjaringan berasal dari tempat yang banyak terdapat jaring &#8211; jaring nelayan yang sering di jemur atau jaring yang sedang diperbaiki oleh nelayan. Melihat lokasi ini dekat dengan pantai, maka dua cerita tersebut bias saja menjadi asal – usul kata Penjaringan. Karena luasnya wilayah yang mencakup daerah penjaringan, maka sekarang kita mengenal kecamatan yang bernama Kecamatan Penjaringan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Petamburan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan salah satu nama kelurahan yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Pada masa lalu rumah penduduk masih jarang dan masih banyak tumbuh pohon jati disekitar daerah ini. Pada suatu waktu terjadi peristiwa yang menjadikan peristiwa tersebut sebagai cikal bakal nama tempat ini. Peristiwa itu adalah meninggalnya seorang penabuh tambur didaerah ini dan dimakamkan di bawah pohon jati, sehingga nama kampung ini sebenarnya adalah Jati Petamburan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pejambon</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pejambon merupakan sebutan kampung yang bersebelahan dengan kampung Gambir. Kampung ini baru ada sejak Daendels membuka daerah ini dengan sebutan kawasan Weltevreden. Kata Pejambon berasal dari singkatan Penjaga Ambon. Penjagaan tersebut berada disebuah jembatan yang melintasi kali Ciliwung dan penjaganya adalah orang Ambon. Setelah dibangunnya gereja Imanuel di lingkungan kampung ini banyak tinggal masyarakat dari golongan nasrani (beragama Kristen) dari suku Ambon, Jawa dan Batak. Sekarang kampung Pejambon termasuk dalam kawasan Kelurahan Gambir.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pekojan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama Kampung, sekaligus nama Kelurahan yang terdapat di wilayah Jakarta Barat. Pekojan berasal dari kata Koja (Khoja) yang mengacu kepada nama tempat yang ada di India. Penduduk Koja pada umumnya adalah orang India yang senang berdagang, Orang Koja dalam berdagang sekaligus menyiarkan agama Islam.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Karena banyaknya orang India yang umumnya mempunyai pekerjaan berdagang yang bermukim di daerah ini, maka Kampung ini disebut dengan Pekojan atau tempat tinggal orang Koja.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pluit</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Pluit yang kini dikenal dengan perumahan mewahnya itu merupakan sebuah kelurahan, Kelurahan Pluit, termasuk wilayah Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut peta yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau Batavia, 1903, lembar H II dan III, demikian pula pada peta Plattegrond van Batavia, yang dibuat oleh Biro Arsitek di Batavia sekitar tahun 1935, sebutan bagi kawasan itu adalah Fluit, lengkapnya Fluit Muarabaru. Menurut kamus Belanda – Indonesia (Wojowasito, 1978:196), fluit berarti:</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">1. “suling”; 2. “bunyi suling”; 3. “roti panjang – sempit “.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Rupanya nama kawasan itu tidak ada hubungannya dengan suling, atau pluit semacam pluit wasit sepakbola, atau pluit polisi lalu – lintas. Demikian pula dengan roti panjang – sempit. Ternyata nama kawasan tersebut berasal dari kata fluit, yang lengkapnya: fluitschip, yang berarti “kapal (layar) panjang berlunas ramping”, seperti yang dijelaskan dalam verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal (Koenoen – Endepols, 1948:281). Sekitar tahun 1660 di pantai sebelah timur muara. Kali Angke diletakan sebuah fluitschip, bernama Het Witte Paert, yang sudah tidak laik laut, dijadikan kubu pertahanan untuk membantu Benteng Vijhoek yang terletak di pinggir Kali Grogol, sebelah timur Kali Angke, dalam rangka menanggulangi serangan serangan sporadis yang dilakukan oleh pasukan bersenjata Kesultanan Banten. Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit (De Haan 1935:104).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sebutan Fluit yang berubah menjadi Pluit, ternyata berlanjut sampai dewasa ini, mengingatkan kita pada suasana sekitar pertengahan abad ke-17.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pondok China</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan sebutan nama untuk kampung yang ada di perbatasan Jakarta dengan daerah Depok Jawa Barat. Menurut sejarah nama Pondok China berasal dari sebutan tempat tinggal sementara bagi orang – orang China yang mengelola tanah pertanian yang ada disekitar Depok. Karena jarak Depok dengan Batavia cukup jauh, maka diperlukan pemondokan sementara bagi pekerja penggarap tanah partiklelir tersebut. Pondokan itu dibangun dilokasi kampung Pondok China sekarang.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kemudian dilokasi pemondokan ini oleh orang China dibangun rumah besar yang cukup bagus dan oleh masyarakat disebut dengan Pondok China.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pondok Gede</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan penyebutan wilayah yang ada dipinggiran sebelah Timur Jakarta yang berbatasan dengan daerah Bekasi. Yang tersisa sekarang adalah penyebutan untuk Pasar Pondok Gede. Nama Pondok Gede berasal dari sebuah bangunan besar yang disebut dengan Landhuis. Bangunan Landhuis adalah rumah besar yang terletak dipinggiran kota sebagai tempat tinggal dan sekaligus sebagai tempat pengurus usaha pertanian dan peternakan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Sekitar tahun 1775 lokasi ini adalah lahan pertanian dan peternakan yang disebut juga dengan anderneming. Pondok Gede adalah milik tuan tanah yang bernama Johannes Hoojiman yang kaya raya. Bangunan pondok gede merupakan satu – satunya bangunan rumah besar yang ada dilokasi tersebut dan bagi masyarakat pribumi sering disebut pondok gede.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pondok Labu</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Pondok Labu dewasa ini menjadi sebuah Kelurahan dengan nama yang sama, termasuk wilayah Kecamatan Cilandak Kotamadya Jakarta Selatan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama kawasan itu diambil dari kata majemuk pondok dan labu. Pondok berarti “gubuk”, atau “dangau – dangau tempat pemondokan atau ‘ tempat penginapan sementara”. Labu adalah nama beberapa macam tanaman merambat, antara lain labu yang bahasa ilmiahnya Lagenaria hispida Ser.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Famili Cucurbitaceae, yaitu labu besar yang biasa dimakan (Fillet 1888: 193). Kata majemuk pondok- labu dapat berarti “pondok atau gubuk yang dirambati ( tanaman) labu”</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Pondok Labu baru disebut – sebut pada tahun 1803 sebagai milik Pieter Walbeck, disamping Cinere dan Lebak Bulus yang pada jaman dulu oleh orang – orang Belanda biasa Simplicitas (baca Simplisitas). Di kawasan Pondok Labu tuan tanah tesebut mempunyai penggilingan padi dan sebuah rumah peristirahatan yang diberi nama Simplicitas (De Haan 1910, (I):103). Pada peta yang dibuat oleh Topographisch Bureau, Batavia 1900, penggilingan padi dan rumah peristirahatan itu terletak tidak begitu jauh dari Kali Pesanggrahan sebelah utara Rempoa.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pondok Rangon</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama kampung yang ada diperbatasan Jakarta dengan Bekasi di Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Wilayah Pondok Rangon cukup luas dengan batasnya:</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">-Sebelah Utara berbatasan dengan markas Hankam Cilangkap</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">-Sebelah Barat berbatasan dengan jalan Jagorawi dan</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">-Sebelah Timur berbatasan dengan Kali Sunter dan Pondok Gede</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Asal – Usul nama Kampung Pondok Rangon berdasarkan cerita lisan masyarakat adalah sebagai berikut. Pada masa lalu ada seorang lelaki tua (aki – aki) yang bermukim disuatu tempat dengan seorang nenek – nenek yang ditemukan ditempat tersebut tanpa melalui perkimpoian. Bagi masyarakat Sunda menyebut kehidupan kakek nenek itu dengan istilah Rangon. Karena kakek nenek itu tinggal disuatu pondok, maka masyarakat menyebut tempat itu dengan nama pondok rangon.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Ragunan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Ragunan dewasa ini menjadi sebuah Kelurahan, Kelurahan Ragunan, termasuk wilayah Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Ragunan berasal dari Pangeran Wiraguna, yaitu gelaran yang disandang tuan tanah pertama kawasan itu, Hendrik Lucaasz Cardeel, yang diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar, yang biasa disebut Sultan Haji, putra Sultan Ageng Tirtayasa.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menarik untuk disimak, bagaimana seorang Belanda kelahiran Steenwijk, dianugerahi gelar begitu tinggi oleh Sultan Banten, musuh Belanda. Sekilas, rangkaian peristiwanya mungkin dapat digambarkan sebagai berikut.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada tahun 1675 dari Banten terbetik berita, bahwa sebagian dari Keraton Surasowan, tempat bertahtanya Sultan Ageng Tirtayasa, terbakar Dua bulan setelah kebakaran itu datanglah Hendrik Lucaasz. Cardeel, seorang juru bangunan, mengaku melarikan diri dari Batavia, karena ingin memeluk agama Islam dan membaktikan dirinya kepada Sultan Banten bak pucuk dicinta, ulam tiba, Sultan sedang membutuhkan ahli bangunan berpengalaman, tanpa dicari dating sendiri. Kemudian Cardeel ditugasi memimpin pembangunan istana, dan kemudian bangunan – bangunan lainnya, termasuk bendungan dan istana peristirahatan si sebelah hulu CiBanten, yang kemudian dikenal dengan sebutan bendungan dan istana Tirtayasa.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Seluruh perhatian sultan Tirtayasa seolah – olah tersita kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Cardeel. Rupanya tidak sedikit pun terlintas dalam pikirannya untuk melakukan suatu gerakan militer ke Batavia, ketika sebagian besar kekuatan Kompeni sedang dikerahkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka “membantu” Mataram menghadapi Pangeran Trunijoyo, dari tahun 1677 sampai akhir tahun 1681.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dalam pada itu Sultan Haji terus – menerus mendesak agar dia segera dinobatkan menjadi Sultan. Akhirnya terjadilah perang perebutan tahta antara ayah dan anak. Dalam keadaan terdesak, Sultan Haji mengirim utusan ke Batavia , untuk meminta bantuan Kompeni. Dengan bantuan Kompeni akhirnya Sultan Haji berhasil menduduki tahta Kesultanan Banten, sudah barang tentu dengan keharusan memenuhi segala tuntutan penolongnya, Belanda.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Adapun yang diutus ke Batavia, untuk meminta bantuan itu, tidak lain tidak bukan, adalah Kiai Aria Wiraguna, alias Cardeel. Atas jasanya itu, Cardeel ditingkatkan gelarannya, menjadi Pangeran Wiraguna.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Beberapa tahun kemudian oleh Pangeran Wiraguna Kesultanan Banten terasa sempit, karena semakin banyak yang tidak menyukainya. Pada tahun 1689 Cardeel pamit kepada Sultan, dengan dalih akan pulang dahulu kenegerinya. Tetapi ternyata dia terus menetap di Batavia, kembali memeluk agama Kristen dan menjadi tuan tanah yang kaya raya. Tanahnya yang terluas adalah dikawasan yang namanya sampai dewasa ini mengingatkan kita pada seseorang Belanda jaman VOC yang sangat beruntung, Hendrik Lucaasz Cardeel bergelar Pangeran Wiraguna, yang makamnya oleh sementara orang bangsa Indonesia dikeramatkan.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Rawa Badak</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan penyebutan daerah atau kampung yang terletak dekat pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta Utara. Asal – usul nama Rawa Badak berasal dari penyebutan tempat yang merupakan rawa – rawa yang sangat besar. Daerah ini pada masa lalu merupakan rawa – rawa yang luas, kemudian oleh para pendatang rawa ini diuruk sehingga tanah di daerah ini kering dan layak dihuni.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Rawa Badak berasal dari dua kata yang digabung. Rawa berarti tempat yang selalu basah karena banyak air dan badak berasal dari bahasa Sunda atau Jawa yang berarti besar atau luas. Maka bagi orang Sunda atau orang jawa daerah ini disebut dengan Rawa Badak yang artinya rawa yang luas.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Roa Malaka</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Rowamalaka, atau Ruamalaka, dewasa ini menjadi sebuah Kelurahan, Kelurahan Roamalaka, termasuk wilayah Kecamatan Tambora, Kotamadya Jakarta Barat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Mengenai asal nama kawasan itu ada dua pendapat. Pertama berasal dari kata rawa dan malaka” sebuah rawa dengan pohon malaka” (Garicinia cornea L. termasuk keluarga Clusiaceae), yang buahnya dapat dimakan. Hal itu masuk akal, karena kawasan tersebut jaman dahulu memang berawa – rawa, sedang pohon malaka dapat tumbuh di dataran rendah.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Keterangan lain menyatakan, bahwa kawasan tersebut dikenal dengan nama Roa – Malaka, karena pernah dijadikan tempat pemukiman orang – orang Portugis yang ditawan di Malaka, setelah kota tersebut pada tamggal 1 Januari 1641 direbut oleh Belanda dari orang – orang Portugis yang menguasainya selama 130 tahun. Sebagian besar orang – orang Portugis yang ditawan ditempatkan di Nagapatman, pantai barat India. Sebagian lagi ditempatkan di Batavia (De Haan 1935:83). Golongan atas dari tawanan perang itu, termasuk mantan Gubernur Malaka Dom Luiz Martin de Chichorro, ditempatkan di Jonkersgracht, yang pada jaman itu terbilang daerah pemukiman elit (J.R. van Diessen 1989:191).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Jonkersgracht kemudian dikenal dengan sebutan Rua Malaka atau Jalan Malaka Rua Malaka lambat – laun berubah pengucapannya, menjadi Roa Malaka. Pada masa pemerintahan Van Der Cappellen (1816 – 1826), Jonkersgratch diuruk (De Haan 1935:205), mungkin karena proses pendangkalannya makin cepat sehingga menimbulkan genangan – genangan air yang menjadi sumber penyakit (De Haan 1935:205).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Salemba</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Salemba adalah kawasan antara Jalan Kramat Raya dan Jalan Matraman Raya . Dikawasan Salemba terdapat beberapa nama tempat yang diawali Salemba, seperti salemba Bluntas, Salemba Tengah, Salemba Utankayu, dan Salemba Tanah Padri.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada peta abad kesembilanbelas dan peta awal abad ke-20 kawasan Salemba bernama Struyswijk, yang dapat diartikan “kawasan Struys” karena tuan tanah pertamanya, adalah Abraham Struys, seorang mantan pejabat pada Kompeni yang kaya raya. Tanah itu kemudian diwariskan kepada anaknya, Anna Struys yang menikah dengan Joan van Hoorn, seorang pejabat tinggi Kompeni di Batavia.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut Resolusi tertanggal 22 Oktober 1699 kawasan struyswijk menjadi milik Joan van Hoorn, yang menjual sebagian daripadanya.Kepada Domine Kiezenga seharga 5000 Ringgit, termasuk 330 ekor sapid an sejumlah perlengkapan rumah tangga. Bagian yang dibeli Domine tersebut kemudian dikenali dengan sebutan Tanah Padri(De Haan 1910:6,7,13) yang masih tercantum sebagai nama tempat pada peta 1911 yang ditebitkan oleh Topograpisch Inrichting Batavia, Lembar I.IV.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Sampur</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan nama tempat obyek wisata atau tempat melancong masa lalu yang terletak dipiggir pantai sehingga sering disebut dengan pantai sampur. Nama ini berasal dari kata yang diberikan oleh orang Belanda untuk tempat peristirahatan dipinggir pantai zandpoort. Oleh masyarakat pribumi istilah ini dibaca dengan sampur. Untuk masa sekarang kata sampur hampir hilang dari peta kota Jakarta, karena pantai ini telah dikembangkan untuk perluasan pelabuhan peti kemas Tanjung Priuk. Pada masa lalu, pantai sampur ini merupakan obyek wisata pantai yang paling terkenal di Batavia.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pantai sampur disukai oleh noni – noni dan sinyo – sinyo (sebutan untuk muda – mudi orang Belanda) dan begitu juga masyarakat pribumi, banyak yang berkunjung ke pantai sampur ini. Sebelum pantai Ancol dikembangkan sebagai obyek wisata pantai yang disebut dengan Pantai Bina Ria Ancol, pantai sampur merupakan obyek wisata pilihan utama diteluk Jakarta.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Senayan</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan senayan mulai banyak dikenal sejak di sana didirikan sebuah gelanggang olah raga yang bertaraf internasional dengan nama Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno, yang dibangun awal tahun enampuluhan atas bantuan Pemerintahan Uni Sovyet pada jaman Perdana Menteri Nikita Sergeiwitsj Kruschev. Senayan semakin banyak disebut – sebut setelah dibangun Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada peta yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau, Batavia, tahun 1902 kawasan Senayan masih ditulis Wangsanajan, atau Wangsanayan menurut EYD. Kata wangsanayan dapat berarti “tanah tempat tinggal atau tanah milik seseorang yang bernama Wangsanaya”. Wangsanayan lambat – laun berubah, menjadi lebih singkat, Senayan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tidak mustahil, Wangsanayan tersebut adalah yang dimaksud oleh De Haan, sebagai salah seorang asal Bali, berpangkat Letnan, sekitar tahun 1680 (De Haan 1911:174). Belum ditemukan keterangan lebih lanjut dari tokoh tersebut, demikian pula tentang sejarah yang berkaitan dengan kawasan yang sekarang dikenal dengan nama Senayan itu.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Senen</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Senen dewasa ini menjadi sebuah Kecamatan, Kecamatan Senen, wilayah Kotamadya Jakarta Pusat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama diambil dari sebutan terhadap pasar yang dibangun oleh Justinus Vinck, di ujung sebelah selatan jalan Gunung Sa(ha)ri, yang dulu bernama Grote Zuiderweg. Di kalangan orang – orang Belanda, pasar tersebut dikenal dengan sebutan Vinckpasser (pasar Vinck). Tetapi karena hari pasarnya pada awalnya ditetapkan hanya hari Senin, lalu disebut Pasar Senen. Berkat kemajuan dan semakin ramainya pasar itu, maka sejak tahun 1766 dibuka pada hari – hari lainnya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Di sebelah timur pasar terdapat rumah – rumah orang China. Di belakangnya mengalir terusan yang dinamai Kali Baru. Terusan itu dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van Imhoff (1743 – 1750).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada awalnya Pasar Senen hanya terdiri atas gubuk – gubuk. Sampai tahun 1815 di sana masih terdapat rumah – rumah dari gedek. Walaupun sudah ada rumah petak dari kayu, tetapi belum ada satu pun rumah tembok. Menurut catatan, pada tanggal 9 Juli 1826, sebagian besar dari bangunan – bangunan pasar itu terbakar. Mungkin sesudah terjadinya kebakaran itu baru mulai dibangun bangunan – bangunan dari tembok</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Srengseng Sawah</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Srengseng Sawah dewasa ini menjadi nama sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan. Sampai tahun tigalpuluhan abad ke-20 kawasan Srengseng menjadi bagian dari wilayah Distrik (Kewedanaan) Kebayoran, Kabupaten Meestercornelis.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dahulu kawasan tersebut biasa disebut Srengseng saja, tanpa kata sawah. Orang Belanda VOC menyebutnya Sringsing. Mungkin karena di situ banyak dibuka persawahan, maka kemudian disebut Srengsengsawah. Atau, mungkin juga untuk membedakannya dengan Srengseng di Jakarta Barat, yang sekarang menjadi nama kelurahan di wilayah Kecamatan Kebonjeruk.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Srengseng diambil dari nama semacam pandan berdaun lebar, pinggirnyaberduri – duri, Pandanus caricosus Ramph, termasuk famili Pandaneseae. Daunnya bisa dianyam dijadikan tikar atau topi kasar (Fillt 1883, 264). Sampai meletusnya Perang Dunia Kedua produksi tikar dan topi pandan dari Distrik Kebayoran mempunyai nilai ekonomi yang cukup berarti, dapat dipasarkan kedaerah – daerah lain, bahkan ke luar Pulau Jawa ( Tideman 1932:19). Sampai tahun tujuh puluhan abad ke-20 ,Masih banyak penduduk asli Srengseng Sawah dan sekitarnya yang membuat tikar dan topi pandan sebagai usaha sampingan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Pada tahun 1674 kawasan Srengseng tercatat sebagai milik Karim, anak seorang bekas Kapten Jawa, bernama Citragladak. Kemudian jatuh ke tangan Cornelis Chalestein, tuan tanah kaya rayayang antara lain memiliki tanah partikelir Depok. Di Srengseng ia mempunyai sebuah rumah peristirahatan. (De Haan 1935:340).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Sunda Kelapa</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan sebutan pelabuhan tradisional yang ada di teluk Jakarta. Sebenarnya nama ini awalnya adalah Kelapa. Hal ini dapat di buktikan dengan berita yang terdapat dalm tulisan hasil perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang disebut dengan Suma Oriental.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama pelabuhan adalah Kelapa. Karena pada waktu itu wilayah ini dubawah kekuasaan kerajaan Sunda maka kemudian pelabuhan ini disebut dengan Sunda Kelapa.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tambora</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Tambora dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Tambora, termasuk wilayah Kecamatan yang sama Kotamadya Jakarta Barat.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Tambora dari kawasan ini mungkin diberikan oleh orang –orang yang berasal dari Pulau Sumbawa, yang pada tahun 1755 diberitakan dipimpin oleh seorang Kapten. Mungkin komunikasi mereka, yang jumlahnya tidak begitu banyak, kurang mendapat perhatian, kalau saja tidak muncul seorang tokoh yang menimbulkan kekaguman orang – orang Belanda, yaitu Kapten Abdullah Saban. Karena menunjukkan jiwa kepemimpinan yang luar biasa, terutama dalam pertempuran di laut, Pada tahun 1794 dia diangkat menjadi Kepala Kepulauan Seribu (Hoofd over Duizend Eilanden). Pada tahun 1800 ia dianugerahi pedang kehormatan. Pada tahun 1808 oleh Daendels diangkat menjadi Liutenant van de eerste classe bij de Hollandshe Koninglijke Marin (De Haan 1935:375).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tokoh lain yang perlu dicatat, adalah Haji Mustoyib Ki Daeng yang berjasa membangun Masjid Tambora. Ia adalah orang China muslim, asal Makasar, pernah tinggal beberapa lama di Bima, di kaki Gunung Tambora, Sumbawa. Karena suatu sebab, mungkin dituduh menghasut warga setempat untuk melawan penguasa, pada tahun 1755 ia dihukum penjara di Batavia, selama 5 tahun. Setelah bebas ia berniat akan tetap tinggal di Batavia. Sebagai tanda syukur kepada Yang Maha Kuasa, pada tahun 1761 ia membangun sebuah masjid. Untuk mengenang tempat ia ditangkap penguasa, masjid yang dibangunnya itu diberi nama Masjid Tambora (J.R van Diesen 1989:206).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Masjid yang dibangun Mustoyib itu merupakan inti dari keadaannya dewasa ini. Bagiannya yang terletak dipinggir sungai masih menunjukkan bentuk asalnya. Setelah mengalami beberapa kali perbaikan, pada tahun 1980 masjid itu diperbaiki lagi serta diperluas.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Haji Mustoyib dimakamkan di halaman masjid tersebut. Makamnya yang dinaungi bangunan bertiang tembok enam buah, sampai dewasa ini masih terpelihara dengan baik.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tanah Abang</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Tanah abang meliputi sebagian besar wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kotamadya Jakarta Pusat.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Menurut Tota M. Tobing (intisari, Agustus 1985), ada anggapan, bahwa namaTanah Abang diberikan oleh orang – orang Mataram yang berkubu di situ dalam rangka penyerbuan Kota Batavia tahun 1628. Pasukan tentara Mataram tidak hanya datang melalui laut di utara, melainkan juga melalui darat dari selatan. Ada kemungkinan pasukan tentara Mataram itulah yang memberi nama Tanah Abang, karena tanahnya berwarna merah, atau abang menurut bahasa Jawa.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kemungkinan lain adalah bahwa nama itu diberikan oleh orang – orang (Jawa) Banten yang bekerja pada Phoa Bingham, atau Bingam, waktu membuka hutan di kawasan tersebut. Konsesinya diperoleh Bingam, Kapten golongan China, pada tahun 1650 (De Haan, II: 413). Mungkin karena pernah bermukim di Banten sebelum hijrah ke Batavia, seperti Benkon, pendahulunya, Bingam pun akrab dengan orang – orang Banten. Benkon pernah membebaskan wangsa, seorang asal Banten,dari tahanan Kompeni dengan uang jaminan sebesar 100 real, pada tahun 1633 (Hoetink dalam Bijdragen 79, 1923:4).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tanah Merdeka</strong></span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Merupakan penyebutan wilayah yang cukup luas di Jakarta Timur Lokasinya sekarang terbentang, antara jalan Raya Bogor, Kelurahan Dukuh, jalan tol T.B Simatupang dan terus ke Selatan kelurahan Rambutan dan kelurahan Ceger. Sekarang yang tersisa adalah nama jalan yang ada dikelurahan Rambutan. Penyebutan nama Tanah Merdeka berasal dari masa penjajahan VOC berkuasa di Batavia. Pada waktu itu bagi tokoh yang berjasa membantu VOC akan diberi lahan tanah di pinggiran Kota Batavia dan tidak dipungut pajak. Mereka yang diberi tanah itu harus mampu menjaga keamanan dan harus membantu VOC dalam segala hal. Tanah yang diberikan kepada orang yang berjasa bagi VOC itu disebut Tanah Merdeka.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tiang Bendera</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Tiang Bendera terletak di wilayah Kelurahan Roamalaka, Kecamatan Tambora, Kecamatan Jakarta Barat. Kantor Kelurahannya sendiri, dewasa ini terletak di Jalan Tiang Bendera Utara No.90A.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Nama Tiang Bendera berasal dari tiang bendera yang sehari – hari terpancang di depan rumah Kapten China pada pertengahan abad kedelapanbelas, setelah selesainya pemberontakan China, tahun 1740.setiap tanggal 1 penanggalan Masehi, mulai tahun 1743, pada tiang bendera itu dikibarkan bendera, untuk mengingatkan warga Tionghoa untuk membayar pajak kepala, sewaan rumah dan sebagainya. Menurut F. De Haan, dikalangan orang –orang China di Batavia, tanggal 1 setiap bulan penanggalan Masehi biasa disebut “dag der vlaghijsching”, hari pengibaran bendera.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Demikianlah maka kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Kampung Tiang Bendera(sic).</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Rumah tempat tinggal Kapten China (tidak jelas siapa namanya itu awalnya bukanlah rumah dinas, melainkan rumah milik pribadi, yang dibelinya dari Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1743. Pada tahun 1747, setelah kapten itu meninggal, rumah tersebut dikuasai oleh Balai Harta Peninggalan, dan dijadikan rumah dinas Kapten China. Mulai tahun 1805 dirumah itu biasa diselenggarakan rapat – rapat Dewan China. Dewan tersebut kemudian menempati bangunan tua Belanda di Jalan Tongkongan.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Tugu</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Kawasan Tugu dewasa ini dibagi menjadi dua kelurahan, yaitu Kelurahan Tugu Selatan dan Tugu Utara, termasuk wilayah Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tugu berupa prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara diperkirakan dibuat pada abad kelima Masehi, ditemukan dikampung Batutumbuh, dijadikan sebutan bagi kawasan tersebut. Prasasti tersebut memberitakan tentang dibuatnya saluran air sepanjang 6122 busur, atau kurang lebih 11 Kilometer, dalam waktu 21 Hari. Hal itu membuktikan bahwa 16 abad yang lalu saluran air di pantai utara kawasan Jakarta dan sekitarnya sudah diperlukan, untuk mengatur pengairan, baik untuk penanggulangan bahaya banjir atau pun untuk pertanian.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Tugu mulai disebut – sebut pada tahun 1661 yaitu tahun ditempatkannya 23 orang Kristen asal Benggala dan Koromandel. Lima belas tahun kemudian. Jumlahnya meningkat menjadi 40 atau 50 keluarga dan ditempatkan seorang guru di sana. Setengah abad kemudian, 1735, dibangunlah sebuah gereja dari tembok, yang pada tahun 1740 dibakar oleh orang – orang China yang memberontak. Pada tahun 1744 dibangun lagi gereja baru atas biaya seorang pejabat VOC Justinus Vinck.</span></span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0.3cm;" align="justify"><span><span style="font-family: Verdana,sans-serif; color: #000000;"><span style="font-size: x-small;">Prasastinya sendiri, yang berbentuk bulat hampir menyerupai kerucut, sehingga baris – baris hurufnya dituliskan melingkar, sebanyak 5 baris berhuruf Palawa, dewasa ini disimpan di Museum Nasional Replikanya dapat disaksikan di Museum Sejarah Jakarta, di Taman Fatahillah.</span></span></span></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi' addthis:title='Asal-muasal nama daerah terkenal di Betawi ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/asal-muasal-nama-daerah-terkenal-di-betawi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wong Fei Hung is a moslem</title>
		<link>http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem</link>
		<comments>http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 06:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[wong fei hung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://i561.photobucket.com/albums/ss55/sofianonline/sofianonline/wongfeihung_origin.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Foto Asli Wong Fei Hung" title="Wong Fei Hung original picture" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem' addthis:title='Wong Fei Hung is a moslem '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem' addthis:title='Wong Fei Hung is a moslem ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem' addthis:title='Wong Fei Hung is a moslem '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><div class="wp-caption alignleft" style="width: 198px"><img title="Wong Fei Hung original picture" src="http://i561.photobucket.com/albums/ss55/sofianonline/sofianonline/wongfeihung_origin.jpg" alt="Foto Asli Wong Fei Hung" width="188" height="233" /><p class="wp-caption-text">Foto Asli Wong Fei Hung</p></div>
<p>Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.</p>
<p>Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.</p>
<p>Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.</p>
<p>Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.</p>
<p>Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 359px"><img title="Jet lee as Wong Fei Hung" src="http://i561.photobucket.com/albums/ss55/sofianonline/sofianonline/wongfeihung1.jpg" alt="Jet lee sebagai Wong Fei Hung" width="349" height="323" /><p class="wp-caption-text">Jet lee sebagai Wong Fei Hung</p></div>
<p>Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.</p>
<p>Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.</p>
<p>Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.</p>
<p>Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.</p>
<p>Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.</p>
<p>(taken from kaskus &#8211; ilovekaskus)</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem' addthis:title='Wong Fei Hung is a moslem ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/wong-fei-hung-is-a-moslem/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Earthquake with magnitude 7.3SR rocks Jakarta-Surabaya</title>
		<link>http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya</link>
		<comments>http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 08:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[earthquake 2009]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tasikmalaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/photoshopian/gempa1.gif" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="earthquake september 2009 tasikmalaya" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya' addthis:title='Earthquake with magnitude 7.3SR rocks Jakarta-Surabaya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Laa Ilaaha Illalloh.. An earthquake has happened today 2nd-Sept-09 which measured about 7.3 SR. Its epicentrum is located in Tasikmalaya, West Java on location 7.837°S, 107.263°E and has 62.8 km depth. Like post in Earthquake.usgs.gov which has an earthquake program told that this earthquake that jolts west java could make a potential tsunami. My wife [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya' addthis:title='Earthquake with magnitude 7.3SR rocks Jakarta-Surabaya ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya' addthis:title='Earthquake with magnitude 7.3SR rocks Jakarta-Surabaya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p><img class="alignnone" title="earthquake september 2009 tasikmalaya" src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/photoshopian/gempa1.gif" alt="" width="411" height="280" /></p>
<p>Laa Ilaaha Illalloh..</p>
<p>An earthquake has happened today 2nd-Sept-09 which measured about 7.3 SR. Its epicentrum is located in Tasikmalaya, West Java on location 7.837°S, 107.263°E and has 62.8 km depth. Like post in <a title="Earth quake" href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/us2009lbat.php#details" target="_blank">Earthquake.usgs.gov</a> which has an earthquake program told that this earthquake that jolts west java could make a potential tsunami.</p>
<p>My wife in Jakarta has called me just a moment, told that she and all the people in the building have been escaped to the safety area. Not only in Jakarta, I can feel it here too, in Surabaya, at the 6th floor height. Not to hard but it&#8217;s make me got headache.</p>
<p><img class="alignnone" title="earthquake september 2009" src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/photoshopian/gempa2.jpg" alt="" width="411" height="457" /></p>
<p>Earthquakes had happened before in December 2004, which cause tsunami and made very big disaster. This happened after our President inauguration, like happened today. But we believe that this is a warning from God. And we hope that there&#8217;s no victims who suffered about this disaster.</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya' addthis:title='Earthquake with magnitude 7.3SR rocks Jakarta-Surabaya ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/earthquake-with-magnitude-7-3sr-rocks-jakarta-surabaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Michael Jackson &amp; Syahidah Marwa al-Sharbini</title>
		<link>http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini</link>
		<comments>http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Marwa al-Sharbini]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/photoshopian/marwajacko-1.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Marwa Alsharbini" title="Marwa Alsharbini" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini' addthis:title='Antara Michael Jackson &#38; Syahidah Marwa al-Sharbini '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini' addthis:title='Antara Michael Jackson &#38; Syahidah Marwa al-Sharbini ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini' addthis:title='Antara Michael Jackson &amp; Syahidah Marwa al-Sharbini '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><div class="wp-caption alignnone" style="width: 416px"><img title="Marwa Alsharbini" src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/photoshopian/marwajacko-1.jpg" alt="Marwa Alsharbini" width="406" height="192" /><p class="wp-caption-text">Marwa Alsharbini vs Michael Jackson</p></div>
<p>Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia.<br />
Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian<br />
seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena<br />
mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang<br />
sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali<br />
oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan<br />
anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv<br />
kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak<br />
banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa<br />
Al-Sharbini.</p>
<p>Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat<br />
istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi<br />
kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar<br />
seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad<br />
seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai<br />
seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia<br />
kehilangan nyawanya.</p>
<p>Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan<br />
memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang<br />
pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya &#8220;teroris&#8221; hanya<br />
karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan<br />
pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir<br />
itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia<br />
menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha<br />
melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan<br />
pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini<br />
dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.</p>
<p>Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin<br />
dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban<br />
adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam<br />
dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi<br />
korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh<br />
seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.</p>
<p>Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan<br />
pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita<br />
pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan &#8220;Pahlwan<br />
Jilbab&#8221;. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan<br />
kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena<br />
engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT .<br />
Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku,<br />
maafkan kami jika kurang peduli &#8230;</p>
<p>(dari milis)</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini' addthis:title='Antara Michael Jackson &amp; Syahidah Marwa al-Sharbini ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/antara-michael-jackson-syahidah-marwa-al-sharbini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilu putar-putaran</title>
		<link>http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran</link>
		<comments>http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 15:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[spanduk pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran"><img align="left" hspace="5" width="150" src="http://i561.photobucket.com/albums/ss55/sofianonline/sofianonline/spanduk_darmo.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Spanduk pemilu" title="Spanduk pemilu 2009" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran' addthis:title='Pemilu putar-putaran '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Yang satu bilang &#8220;Satu putaran aja cukup demi menghemat uang rakyat&#8221;. Yang lain bilang &#8220;Kalau satu putaran berarti gak demokrasi&#8221;. Bah, cape deh dengernya nih pemilu Presiden. Kritik sini kritik sana, pas ketemu bukannya debat malah tak gendong kemana-mana, gitu katanya mbah Surip. Kalo ngeliat spanduk di atas jadi geli juga. Bukan bermaksud memilih salah [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran' addthis:title='Pemilu putar-putaran ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran' addthis:title='Pemilu putar-putaran '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Yang satu bilang &#8220;Satu putaran aja cukup demi menghemat uang rakyat&#8221;. Yang lain bilang &#8220;Kalau satu putaran berarti gak demokrasi&#8221;. Bah, cape deh dengernya nih pemilu Presiden. Kritik sini kritik sana, pas ketemu bukannya debat malah tak gendong kemana-mana, gitu katanya mbah Surip.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img title="Spanduk pemilu 2009" src="http://i561.photobucket.com/albums/ss55/sofianonline/sofianonline/spanduk_darmo.jpg" alt="Spanduk pemilu" width="480" height="410" /><p class="wp-caption-text">Spanduk pemilu</p></div>
<p>Kalo ngeliat spanduk di atas jadi geli juga. Bukan bermaksud memilih salah satu pasangan, kenapa <strong>pemilu satu putaran</strong> menjadi diributkan oleh yang lain. Bukannya lebih bagus? Kan ga akan ada penghambur-hamburan uang yang ga jelas. Kenapa ga ikut mendukung aja dengan yakin bahwa pasangan capres-cawapresnya juga mampu untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran saja. Aneh juga tuh.</p>
<p>Ya, pemilu pilpres 2009 yang sebentar lagi diadakan, katanya akan menentukan nasib bangsa tercinta ini ke depannya. Terus gimana kalo salah pilih? Bukankah kita juga menanggung dosa atas pilihan kita. IMHO, pasangan capres-cawapres kali ini ga ada yang gw sukain. Ada yang suka sama Capresnya aja, ada juga sama cawapresnya aja.</p>
<p>Sayangnya pemilu pilpres kali ini jatuh di hari Rabu, gak seperti sebelumnya yang dibuat jadi long-weekend. Padahal gw sendiri lagi di Surabaya. Apakah worthed kalo gw ngorbanin ongkos pulang sehari PP Jakarta-Surabaya yang sekitar 1 jeti lebih untuk satu suara?</p>
<p>Kayaknya ga banget deh. Biarlah, mungkin pemilu kali ini jadi golongan putih aja lah. Golongan yang bersih.</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran' addthis:title='Pemilu putar-putaran ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/pemilu-putar-putaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

