<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sofianonline.com &#187; Sholat</title>
	<atom:link href="http://sofianonline.com/category/islam/sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sofianonline.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 00:02:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Alasan tidak sholat dan bahayanya</title>
		<link>http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya</link>
		<comments>http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 23:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[alasan tidak sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya tidak sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya"><img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya' addthis:title='Alasan tidak sholat dan bahayanya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Allah SWT berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Ad Dzariyat : 56) Tamim Al-Daary memberitahukan, Rasulullah Saw bersabda :” Pertama kali (amal perbuatan yang) dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka apabila ia menyempurnakannya, akan ditulis baginya yang sunnah. Lalu apabila ia belum menyempurnakannya, berfirmanlah [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya' addthis:title='Alasan tidak sholat dan bahayanya ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya' addthis:title='Alasan tidak sholat dan bahayanya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Allah SWT berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Ad Dzariyat : 56)</p>
<p>Tamim Al-Daary memberitahukan, Rasulullah Saw bersabda :” Pertama kali (amal perbuatan yang) dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka apabila ia menyempurnakannya, akan ditulis baginya yang sunnah. Lalu apabila ia belum menyempurnakannya, berfirmanlah Allah Yang Maha Suci kepada Malaikat-Nya : ” Lihatlah, apakah kamu mendapati pada hamba-Ku dari sholat sunnah?”. Maka sempurnakanlah apa-apa yang tercecer (hilang) dari sholat wajibnya dengan sholat-sholat sunnahnya itu. Selanjutnya amalan-amalan yang lain dihisap dengan cara seperti itu” (HR.Ibnu Majah)</p>
<p>Jadilah kamu orang yang bersemangat di dalam menunaikan sholat wajib tepat pada waktunya secara berjama’ah, maka apabila waktu sholat telah dekat, bersegeralah untuk berwudlu, dan janganlah boros dalam menggunakan air.</p>
<p>Apabila muadzin telah mengumandangkan adzan, maka menghadaplah kiblat, dan sholatlah qobliyah, lalu duduklah dengan tenang dan tentram sampai ditegakkannya sholat, sholatlah berjama’ah dengan khusyu’.</p>
<p>Dan ketika sholat sesungguhnya engkau sedang bermunajat dengan Rabbmu dan kamu berdiri dihadapan-Nya, maka hati – hatilah dengan bisikan syaithan, janganlah tertawa – tawa dihadapan Allah, hindari sibuknya hati kepada selain bermunajat dengan-Nya.</p>
<p>Jika telah selesai sholat wajib, maka sholatlah ba’diyah dan berdoalah kepada Allah dengan doa – doa yang mudah bagimu dan doa – doa kebaikan dan banyaklah minta ampun kepada Rabbmu serta mintalah kesuksesan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Pemberi Rizki lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>Beberapa hal berikut ini adalah alasan orang – orang yang enggan menegakkan sholat, kitakah didalamnya?</p>
<p>1. Belum tahu syarat dan rukunnya</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, kemana anda selama ini? Bukankah disekitar anda tersedia buku – buku panduan sholat yang lengkap? Bukankah disekitar anda banyak orang – orang yang siap membantu anda dengan ikhlas agar bisa sholat tanpa menghina atau mencemooh anda karena tidak bisa sholat?</p>
<p>Oleh karena itu belajarlah saudaraku, karena belajar itu adalah seumur hidup kita sebagaimana perintah Rosulullah“ Tholabul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi”, menuntut ilmu itu dari engkau masih di buaian ibumu sampai engkau dibaringkan di liang lahat. Maka tidak ada kata terlambat, tidak ada kata sudah tua, dan tidak ada kata malu untuk menuntut ilmu, karena shahabat Nabi pun memeluk islam ketika mereka sudah tua dan mereka tidak merasa terlambat, dan merasa malu untuk menuju Rabbnya..</p>
<p>2. Nggak punya waktu, sibuk bekerja</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, Berapa banyakkah waktu yang diminta Tuhanmu untuk engkau menghadap-Nya. Bandingkanlah dengan waktu yang telah Dia sediakan untukmu. Bandingkan waktu 24 jam sehari dengan 25 menit sehari untuk engkau ruku dan sujud 5 kali dihadapan-Nya. Bukankah selama waktu kerjamu ada waktu istirahat? Bukankah KKB telah menjamin anda untuk bebas beribadah? Dan bukankah atasanmu tidak mempermasalahkanmu ketika engkau minta ijin untuk menegakkan sholat?</p>
<p>3. Akan sholat, saat umur sudah 50-an</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, bahwasanya setiap jiwa pasti akan mati. Dan sampai hari ini tidak ada orang yang tahu kapan ia kan mati, nanti malamkah, sebulan lagikah atau saat umur 70-kah? Lantas jika Izroil menjemput anda ketika belum memiliki bekal amalan sholat. Apakah anda bisa meminta penangguhan?</p>
<p>Maka, segeralah sholat ketika nafas belum sampai ke tenggorokan, ketika nyawa masih bersatu dengan jasad, ketika belum datang kiamat kecil pada diri kita. Karena ketika ia datang, maka segala penyesalan sudah tidak berguna, segala usaha sudah tidak bermakna dan segala do’a penangguhan tidak akan diijabah-Nya.</p>
<p>4. Nggak usah sholat, yang penting baik hati</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, Sudahkah engkau mendengar sabda Rosulullah : “Tiada jarak antara seorang hamba dengan kekufuran kecuali meninggalkan sholat. Apabila meninggalkannya maka ia syirik” (HR Ibnu Majah dan Suyuthi). Dan berapa banyakkah perintah Allah dalam Al Qur’an agar engkau sholat? Apakah dengan tidak mengerjakan sholat engkau dengan terang – terangan mendeklarasikan dirimu untuk menjadi kafir? Sungguh suatu kerugian ketika engkau telah berada dalam gemerlapnya cahaya iman kemudian beralih menuju kepada gelapnya kesesatan dan kejahilan.</p>
<p>Wahai saudaraku, menjadi baik bukanlah satu – satunya tujuan Islam, karena disana ada kewajiban – kewajiban sebagai tanda tunduk dan berserahmu kepada Allah. Dan sholat selain sebagai tiang agama, ia juga adalah pencegah dari perbuatan dosa dan mungkar.</p>
<p>5. Sholat nggak ada manfaatnya</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, pahamilah bahwa kedudukan sholat dalam Islam bagaikan kepala atas jasad. Ia juga penyejuk jiwa bagi yang menegakkannya, penenang hati dan penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Ia adalah tangga yang mengantarkan ruh orang – orang yang sarat dengan cinta menuju Rabbnya. Dialah kilatan bagi orang – orang yang yang ingin menerangi jiwanya.</p>
<p>6. Sedang sakit</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, bukankah Tuhanmu telah mensyariatkan kepadamu untuk sholat dengan berbagai keadaan. Jika engkau tidak bisa berdiri maka duduklah, jika tidak bisa maka berbaringlah, jika tidak bisa maka engkau boleh menggunakan isyarat. Bukankah Tuhanmu tidak menyulitkanmu?</p>
<p>Oleh karena itu segeralah berwudlu untuk tunaikan kewajibanmu. Mintalah Allah untuk menyembuhkanmu dan menjadikan sakitmu sebagai pelebur dari dosa – dosamu yang telah lalu. Karena itu lebih baik bagimu jika engkau mengetahui.</p>
<p>7. Malas</p>
<p>Kepada anda yang beralasan demikian, malaskah engkau memasuki syurga yang luasnya seluas langit dan bumi? Malaskah engkau untuk beristerikan bidadari? Dan malaskah engkau untuk merasakan nikmat yang di dunia tidak pernah engkau temui? Dan mengapakah engkau bergairah untuk bersegera ke neraka-Nya dengan melanggar perintah-Nya?</p>
<p>Oleh karena itu bangkitlah segera, buanglah kemalasan dalam dada. Segera sambut seruan-Nya untuk ruku dan sujud dalam cinta kepada-nya. Ucapkanlah selamat tinggal kepada kemalasan yang memang tidak berguna, bahkan menjerumuskanmu ke dalam siksa neraka.</p>
<p>Wahai saudaraku muslim, anda paham sekarang, maka yakinlah sebelum segala aktivitas kita yang lain, adalah memperbaiki sholat. Wallahu’alam bish showwab.</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya' addthis:title='Alasan tidak sholat dan bahayanya ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/alasan-tidak-sholat-dan-bahayanya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan sholat subuh berjama&#8217;ah</title>
		<link>http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah</link>
		<comments>http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 23:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[KEUTAMAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan sholat subuh berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah"><img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah' addthis:title='Keutamaan sholat subuh berjama&#8217;ah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik. “Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh”(HR.Ahmad) Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah' addthis:title='Keutamaan sholat subuh berjama&#8217;ah ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah' addthis:title='Keutamaan sholat subuh berjama&#8217;ah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.</p>
<p>“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh”(HR.Ahmad)</p>
<p>Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata:</p>
<p>“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”</p>
<p>Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.</p>
<p>Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:</p>
<p><strong>1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizki</strong><br />
Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.</p>
<p>Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya : “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”</p>
<p>Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.</p>
<p>“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)</p>
<p><strong>2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim</strong><br />
“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)</p>
<p>Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.</p>
<p><strong>3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk</strong><br />
Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:<br />
”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)</p>
<p>Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.</p>
<p>Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut:<br />
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)</p>
<p>Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik. Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.</p>
<p><strong>4. Shalat subuh tolok ukur keimanan</strong><br />
Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)</p>
<p><strong>5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka</strong><br />
Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)</p>
<p>Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.</p>
<p><strong>6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga</strong><br />
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari).</p>
<p>Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.</p>
<p><strong>7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia</strong><br />
“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman,’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’ Mereka menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)</p>
<p><strong>8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya</strong><br />
“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka &#8211; ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)</p>
<p><strong>9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan</strong><br />
“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)</p>
<p>Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.</p>
<p>Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”</p>
<p>Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”</p>
<p>10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya<br />
“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)</p>
<p>Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah' addthis:title='Keutamaan sholat subuh berjama&#8217;ah ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/keutamaan-sholat-subuh-berjamaah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Jama&#8217;ah di Masjid: Kewajiban dan Keutamaan</title>
		<link>http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan</link>
		<comments>http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 14:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[KEUTAMAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KEWAJIBAN]]></category>
		<category><![CDATA[SHOLAT JAMAAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianonline.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan"><img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://sofianonline.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan' addthis:title='Sholat Jama&#8217;ah di Masjid: Kewajiban dan Keutamaan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>Shalat merupakan rukun kedua dalam rukun Islam setelah syahadatain, dan shalat merupakan tiang agama dan amalan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan melaksanakannya dengan cara berjama&#8217;ah merupakan ketaatan yang sangat mulia kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan sebagai syiar Islam, Shalat berjama’ah juga merupakan sunnah Rasulullah dan para shahabatnya. Rasulullah dan para [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan' addthis:title='Sholat Jama&#8217;ah di Masjid: Kewajiban dan Keutamaan ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan' addthis:title='Sholat Jama&#8217;ah di Masjid: Kewajiban dan Keutamaan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div><div class="gpo_bottomcontainer">
						<div class="gpo_buttons">
						        <g:plusone href="http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan" size="medium" count="true"></g:plusone>
						</div>
			   </div>
			   <div style="clear:both"></div><p>Shalat merupakan rukun kedua dalam rukun Islam setelah syahadatain, dan shalat merupakan tiang agama dan amalan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan melaksanakannya dengan cara berjama&#8217;ah merupakan ketaatan yang sangat mulia kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan sebagai syiar Islam,</p>
<p>Shalat berjama’ah juga merupakan sunnah Rasulullah dan para shahabatnya. Rasulullah dan para shahabatnya selalu melaksanakannya, tidak pernah meninggalkannya kecuali jika ada ‘udzur yang syar’i. Bahkan ketika Rasulullah sakit pun beliau tetap melaksanakan shalat berjama’ah di masjid dan ketika sakitnya semakin parah beliau memerintahkan Abu Bakr untuk mengimami para shahabatnya. Para shahabat pun bahkan ada yang dipapah oleh dua orang (karena sakit) untuk melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.</p>
<p>Namun banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam menganggap remeh masalah ini. Hal ini disebabkan mereka belum mengetahui tentang hukum dan besarnya pahala yang Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sediakan terhadap orang yang melaksanakan shalat secara berjama&#8217;ah.</p>
<p><strong>Kewajiban Sholat berjama’ah di masjid.</strong></p>
<p>Kalau kita membaca dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya Al-Qur`an, As-Sunnah serta pendapat dan amalan salafush shalih maka kita akan mendapati bahwa terdapat dalil-dalil yang menjelaskan kepada kita akan wajibnya shalat berjama’ah di masjid. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:</p>
<p><strong>1. Perintah Allah Ta’ala untuk Ruku’ bersama Orang-orang yang Ruku’.</strong></p>
<p>Dari dalil yang menunjukkan wajibnya shalat berjama’ah adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al Baqarah:43).</p>
<p>Berkata Al-Imam Abu Bakr Al-Kasaniy Al-Hanafiy ketika menjelaskan wajibnya melaksanakan shalat berjama’ah: “Adapun (dalil) dari Al-Kitab adalah firman-Nya (yanga artinya): “Dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah:43), Allah Ta’ala memerintahkan ruku’ bersama-sama orang-orang yang ruku’, yang demikian itu dengan bergabung dalam ruku’ maka ini merupakan perintah menegakkan shalat berjama’ah. Muthlaqnya perintah menunjukkan wajibnya mengamalkannya.” (Bada`i’ush-shana`i’ fi Tartibisy-Syara`i’ 1/155 dan Kitabush-Shalah hal.66).</p>
<p><strong>2. Perintah Melaksanakan Shalat Berjama’ah dalam Keadaan Takut</strong></p>
<p>Tidaklah perintah melaksanakan shalat berjama’ah dalam keadaan biasa saja, bahkan Allah telah memerintahkannya hingga dalam keadaan takut. Allah berfirman (yang artinya): “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata”. (An-Nisa`:102).</p>
<p>Maka apabila Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk melaksanakan shalat berjama’ah dalam keadaan takut maka dalam keadaan aman adalah lebih ditekankan lagi (kewajibannya). Dalam masalah ini berkata Al-Imam Ibnul Mundzir: “Ketika Allah memerintahkan shalat berjama’ah dalam keadaan takut menunjukkan dalam keadaan aman lebih wajib lagi.” (Al-Ausath fis Sunan Wal Ijma’ Wal Ikhtilaf 4/135; Ma’alimus Sunan karya Al-Khithabiy 1/160 dan Al-Mughniy 3/5).</p>
<p><strong>3. Perintah Nabi untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah</strong></p>
<p>Al-Imam Al-Bukhariy telah meriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits: Saya mendatangi Nabi dalam suatu rombongan dari kaumku, maka kami tinggal bersamanya selama 20 hari, dan Nabi adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut terhadap shahabatnya, maka ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bersabda (yanga artinya): “Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang di antara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab &amp; As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) di antara kalian mengimami kalian.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 628, 2/110 dan Muslim semakna dengannya no. 674, 1/465-466).</p>
<p>Maka Nabi yang mulia memerintahkan adzan dan mengimami shalat ketika masuknya waktu shalat yakni beliau memerintahkan pelaksanakannya secara berjama’ah dan perintahnya terhadap sesuatu menunjukkan atas kewajibannya.</p>
<p><strong>4. Larangan Keluar dari Masjid setelah Dikumandangkan Adzan</strong></p>
<p>Sesungguhnya Rasulullah melarang keluar setelah dikumandangkannya adzan dari masjid sebelum melaksanakan shalat berjama’ah. Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah memerintahkan kami, apabila kalian di masjid lalu diseru shalat (dikumandangkan adzan-pent) maka janganlah keluar salah seorang di antara kalian sampai dia shalat (di masjid secara berjama’ah-pent) (Al-Fathur-Rabbani Li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad no. 297, 3/43).</p>
<p><strong>5. Tidak Ada Keringanan dari Nabi bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Berjama’ah</strong></p>
<p>Sesungguhnya Nabi yang mulia tidak memberikan keringanan kepada ‘Abdullah Ibnu Ummi Maktum untuk meninggalkan shalat berjama’ah dan melaksanakannya di rumah, padahal Ibnu Ummi Maktum mempunyai beberapa ‘udzur sebagai berikut:</p>
<p>a. keadaannya yang buta,</p>
<p>b. tidak adanya penuntun yang mengantarkannya ke masjid,</p>
<p>c. jauhnya rumahnya dari masjid,</p>
<p>d. adanya pohon kurma dan pohon-pohon lainnya yang menghalanginya antara rumahnya dan masjid,</p>
<p>e. adanya binatang buas yang banyak di Madinah dan</p>
<p>f. umurnya yang sudah tua serta tulang-tulangnya sudah rapuh.</p>
<p>Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya tidak mempunyai seorang penuntun yang mengantarkanku ke masjid”. Lalu ia meminta Rasulullah untuk memberi keringanan baginya untuk shalat di rumahnya maka Rasulullah memberikannya keringanan. Ketika Ibnu Ummi Maktum hendak kembali, Rasulullah memanggilnya lalu berkata: “Apakah Engkau mendengar panggilan (adzan) untuk shalat?” ia menjawab “benar”, maka Rasulullah bersabda: “Penuhilah panggilan tersebut.”</p>
<p>Dan juga banyak dalil-dalil lainnya yang menunjukkan akan wajibnya shalat berjama’ah di masjid bagi setiap muslim yang baligh, berakal dan tidak ada ‘udzur syar’i baginya.</p>
<p><strong>Fadhilah Shalat Berjama&#8217;ah</strong></p>
<p>Sedangkan keutamaan-keutamaan yang didapat pada sholat berjama’ah ini antara lain:</p>
<p><strong>1. Naungan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala pada hari kiamat bagi orang yang hatinya terpaut pada masjid.</strong></p>
<p>Salah satu fadhilah yang didapatkan dari shalat berjama&#8217;ah adalah barang siapa yang mempunyai rasa cinta yang dalam terhadap masjid untuk melaksanakan shalat berjama&#8217;ah di dalamnya maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memberikan naungan pada hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Tujuh golongan manusia yang akan diberi perlindungan oleh Allah dalam naungannya di hari yang tiada naungan melainkan perlindungan Allah itu sendiri iaitu: Imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang sentiasa beribadat kepada Allah, <strong>lelaki yang hatinya sentiasa terpaut dengan masjid</strong>, dua orang yang saling cinta mencintai kerana Allah di mana keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah, seorang lelaki yang diajak oleh wanita rupawan serta berkedudukan tinggi untuk melakukan zina, lalu ia menjawab, “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang bersedekah dengan sesuatu sedekah lalu menyembunyikan sedekahnya itu sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya, seseorang yang mengingati Allah di tempat yang sunyi lalu mengalir air matanya. ”(Riwayat Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p>Berkata Imam An-Nawawi ketika menjelaskan makna hadits di atas yaitu &#8220;Orang mempunyai rasa cinta yang dalam terhadap masjid dan kontinyu dalam melaksanakan shalat berjama&#8217;ah di dalamnya bukan berarti selalu tinggal didalam masjid&#8221; (lihat syarah An-Nawawi 7 : 121)</p>
<p><strong>2. Keutamaan berjalan ke masjid untuk shalat berjama&#8217;ah</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam telah menjelaskan bahwa setiap langkah seorang muslim menuju ke masjid merupakan salah satu sebab pengampunan dosa dan pengangkatan derajat, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajat ?&#8221; Para shahabat berkata : &#8220;Tentu, Ya Rasulullah&#8221;, Beliau bersabda &#8221; &#8230;.dan memperbanyak langkah menuju ke masjid &#8230;&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p>Pengangkatan derajat artinya kedudukan yang tinggi di Syurga (lihat syarah An-Nawawi 3 : 141).</p>
<p>Jangan dianggap bahwa penghapus dosa dan pengangkatan derajat hanya didapatkan bagi orang yang memperbanyak langkahnya menuju ke masjid akan tetapi fadhilah ini akan didapatkan juga ketika kembali ke rumahnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam :</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang menuju ke masjid untuk shalat berjama&#8217;ah maka setiap langkahnya menghapuskan dosa dan ditulis padanya satu kebaikan baik ketika ia pergi maupun ia kembali&#8221; (HR. Ahmad).</p>
<p><strong>3. Keutamaan menunggu shalat</strong></p>
<p>Dan diantara fadhilah shalat berjama&#8217;ah adalah barang siapa yang duduk untuk menunggu shalat ia akan senantiasa dido&#8217;akan oleh para malaikat, makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan&#8221;. (QS. At Tahrim :6)</p>
<p>Rasululah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Apabila salah seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat di masjid maka dia senantiasa dalam keadaan shalat selama ia tidak berhadats (dan) para malaikat akan mendo&#8217;akannya : &#8220;Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><strong>4. Keutamaan berada di shaf pertama</strong></p>
<p>Dalam shalat berjama&#8217;ah terdapat shaf dan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam telah melebihkan shaf awal atas shaf lainnya dikarenakan didalamnya terdapat fadhilah yang sangat agung. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Kalau seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian niscaya mereka akan melakukannya&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam tidak menjelaskan tentang fadhilah apa yang terkandung didalamnya hal ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang terdapat didalamnya.</p>
<p>Dan telah datang beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa shaf awal juga menyerupai shafnya para malaikat, sebagaimana juga terdapat riwayat bahwa Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan malaikat-Nya bershalawat terhadap orang orang yang berada di shaf awal dan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah memintakan ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala atas orang-orang yang berada di shaf pertama dan kedua (Lihat Ahammiyatu Shalatil Jama&#8217;ah : 21-24).</p>
<p><strong>5. Keutamaan berada di shaf sebelah kanan</strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang berada pada shaf sebelah kanan&#8221; (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).</p>
<p>Dan adalah para shahabat menyukai untuk senantiasa berada di bagian kanan shaf apabila mereka shalat dibelakang Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam. Al-Bara&#8217; Radhiyallahu &#8216;anhu berkata :</p>
<p>&#8220;Kami apabila shalat di belakang Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam lebih kami sukai untuk kami berada di sebelah kanan beliau karena beliau menghadapkan wajahnya (pertama kali) kepada kami (saat salam)&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p><strong>6. Keutamaan mengucapkan amin bersama imam</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam telah menjelaskan tentang fadhilah mengucapkan amin bersama-sama imam dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Apabila imam mengucapkan &#8220;ghairul maghduubi &#8216;alaihim waladdhaliin&#8221; maka katakanlah &#8220;Amin&#8221; karena barang siapa yang aminnya bertepatan dengan aminnya para malaikat maka akan diampuni dosanya yang telah lalu &#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p><strong>7. Pengampunan dosa atas orang yang melaksanakan shalat berjama&#8217;ah setelah menyempurnakan wudhu.</strong></p>
<p>Diantara fadhilah dari shalat jama&#8217;ah adalah kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam atas orang yang shalat berjama&#8217;ah setelah menyempurnakan wudhu berupa pengampunan dosa. Diriwayatkan dari Utsman bin Affan berkata &#8220;Saya mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya kemudian berjalan untuk melaksanakan shalat fardu bersama dengan manusia atau secara berjama&#8217;ah atau di dalam masjid maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan mengampuni dosa-dosanya&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><strong>8. Keutamaan shalat berjama&#8217;ah atas shalat sendiri.</strong></p>
<p>Telah terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan tentang ganjaran bagi orang yang melaksanakan shalat secara berjama&#8217;ah berupa pelipat gandaan derajat atas orang yang shalat secara sendiri-sendiri. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda</p>
<p>&#8220;Shalat berjama&#8217;ah lebih afdhal dari shalat sendiri sebanyak dua puluh derajat&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p><strong>9. Dua pembebasan atas orang yang senantiasa mendapatkan takbir pertama imam selama empat puluh hari</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang shalat selama empat puluh hari secara berjama&#8217;ah dan selalu mendapatkan takbir pertama, maka di tetapkan baginya dua pembebasan : Pembebasan dari api neraka dan pembebasan dari nifaq&#8221; (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Ya Allah, janganlah Engkau wafatkan kami sebelum kami mendapatkan keutamaan-keutamaan ini, Amin.</p>
<p>(Maraji&#8217; : Ahammiyah Shalati Al Jama&#8217;ah, Dr. Fadhlu Ilahi)</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>1. Secara umum, hukum sholat berjama’ah bagi laki-laki yang telah baligh adalah wajib ‘ain. Akan tetapi secara khusus atau dalam kasus-kasus tertentu ada beberapa perincian lagi. Semisal, bagi seorang laki-laki yang bertugas menjaga keamanan umum seperti di warnet (yang tidak ada pengganti penjaga wanita sehingga mengharuskan dia menjaga sendirian dalam waktu-waktu tertentu) atau menjadi tukang parkir maka mereka tidak diwajibkan untuk sholat berjama’ah. Sebagaimana yang telah difatwakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin.</p>
<p>2. Dan bagi wanita, tempat sholat yang terbaik adalah dirumahnya atau tidak dimasjid sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Rosululloh bersabda : Sebaik-baik masjid bagi wanita adalah di dalam rumah-rumah mereka. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi). Akan tetapi jika ingin ikut berjama’ah dimasjid juga tidak apa-apa asalkan memenuhi syarat seperti tidak memakai parfum, langsung memakai mukena dari rumah (atau singkat kata, ketika keluar rumah sudah menutupi aurot), mengambil shof paling belakang dan tidak berdesak-desakan dengan laki-laki yang bukan mahrom ketika masuk atau keluar masjid.</p>
<p>3. Janganlah Anda menjadi orang yang paling semangat untuk membangun sebuah masjid akan tetapi Anda menjadi orang yang paling malas dalam memakmurkan masjid (maksudnya, melakukan sholat berjama’ah). Akan tetapi, jadilah Anda sebagai orang yang paling semangat untuk membangun serta memakmurkan sebuah masjid.</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style" addthis:url='http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan' addthis:title='Sholat Jama&#8217;ah di Masjid: Kewajiban dan Keutamaan ' ><a class="addthis_button_preferred_1"></a><a class="addthis_button_preferred_2"></a><a class="addthis_button_preferred_3"></a><a class="addthis_button_preferred_4"></a><a class="addthis_button_compact"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianonline.com/sholat-jamaah-di-masjid-kewajiban-dan-keutamaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

