Jul 22

Oleh: Cardiyan HIS

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun ‘cuma’ Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama ‘nyaho’ kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah..

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (’cuma’ Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

Roket RX-420 - Cikal Bakal Roket Militer Kita

Roket RX-420 - Cikal Bakal Roket Militer Kita (indomil.wordpress.com)

Tags: ,

Jul 17
dark rose to bomb victim jakarta

dark rose of sorrow for bomb victims @jakarta

Again, Jakarta was exploded. And again, the explosion was happened in J W Marriot and Ritz Carlton at 8.00 AM today. What is going on in here, the city when I was born in?

Today, 9-days after the general election of Indonesia President, two bombs exploded, first at Ritz Carlton and 2 minutes later atĀ  J W Marriot. Many people got wounded and until I write this, 9 people were died including the President Director of Holcim. The minister of Defense, Widodo AS, said that the blasts were caused by high explosives. One explosion happened in the Marriott\’s Sailendra restaurant, near the lobby. Six people died there, he said. The explosion at the Ritz, minutes later, occurred in the Airlangga restaurant. Two people were killed there. One person died later in a hospital.

An Indonesian all-star football team consisting largely of members of the national team was staying at the Marriott in advance of a scheduled game against Manchester United. Team memberĀ Budi Sudarsono said “All our players are safe and now we are at another hotel waiting on news about the game.”

Manchester United was scheduled to stay at the Ritz but had not yet arrived. They are still in Malaysia and after what happened in Jakarta could be guessed that they won’t come.

Who is the men behind all of these, are they a terrorist? But the leader had been executed to death. Or there are some people who don’t like the result of general election, so they create instability condition.

We hope the police with the intelligent could find the man behind.

Tags: , , ,

Nov 30

Banda Band terbentuk pada tanggal 24 Desember 2004, bertepatan dengan tragedi Tsunami Aceh, yang kemdian menjadi salah satu dasar dibentuknya band ini.

Banda Band Album: Menjadi Kenyatan

Banda Band Album: Menjadi Kenyatan

Pada dasarnya, Banda memiliki arti milik atau harta.

Oleh karena itu, para personil Banda berharap bahwa band ini tidak hanya menjadi milik/harta mereka, namun seluruh masyarakat juga ikkut memiliki band ini dan musik yang dibawanya.

Banda terdiri dari enam orang: Arie (Vocal), Adit (Drum), Ronnie (Lead Guitar), Ardi (Guitar), Krisna (Keyboard), dan Iqbal (Bass).

Pada prinsipnya, musik Banda berada di genre pop-rock-romantic, yang juga diwarnai sisi etnik di beberapa lagunya, seperti “Cinta yang hilang” dan “Tak Bisa Sempurna”.

Banda sangat di-influence oleh warna musik 80-an, 90-an hingga music saat ini, diantaranya seperti Firehouse, White Lion, Chicago, dan Maroon5. Continue reading »

Tags: , , , , , ,